Strategi Nuklir Baru AS Berpotensi Tingkatkan Risiko Perang Nuklir
ACA menilai strategi nuklir baru Amerika Serikat yang berfokus pada senjata nuklir taktis berpotensi meningkatkan risiko perang nuklir.
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers usai menjenguk Menkopolhukam Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (10/10/2019). /Suara.com-Arya Manggala]
Harianjogja.com, MEDAN - Presiden Joko Widodo diharapkan dapat memilih menteri dalam Kabinet Kerja jilid II terdiri dari orang-orang yang kredibel, jujur, bertanggung jawab, dan amanah. Hal tersebut disampaikan dosen Jurusan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Medan (Unimed) Dr. Mutsyuhito Solin, M.Pd.
"Para menteri yang mendampingi Presiden Joko Widodo [Jokowi] harus dapat dipercaya, dan memiliki kinerja yang ulet, serta gigih," kata Solin, di Medan, Senin (21/10/2019).
Sebab, menurut dia, dalam menghadapi era Industri 4.0, Indonesia dituntut lebih peka lagi, dan mampu mengikuti kemajuan dengan negara-negara di dunia.
"Indonesia harus mampu bersaing dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, industri, dan lain sebagainya," ujar Solin.
Ia mengatakan, susunan kabinet pemerintahan Presiden Jokowi periode mendatang sudah rampung, dan mereka berasal bidang pekerjaan dan profesi, yakni akademisi, birokrasi, politikus, santri, TNI dan polisi.
Selain itu, para menteri terpilih adalah sosok yang inovatif, produktif, pekerja keras dan cepat mengikuti perkembangan zaman.
"Jadi, menteri yang dipilih adalah orang profesional, bahkan Presiden Jokowi sudah mengetahui rekam jejak para menteri, dan diharapkan bisa membangun bangsa Indonesia ke depan yang lebih maju," kata mantan Ketua Dewan Pendidikan Kota Medan itu.
Sebelumnya, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengaku bersedia menjadi menteri dalam Kabinet Kerja jilid II pemerintahan Presiden Joko Widodo.
"Saya nyatakan bersedia. Saya nyatakan siap membantu negara," kata Mahfud di lingkungan istana kepresidenan Jakarta, Senin.
Mahfud yang mengenakan kemeja lengan panjang putih tersebut tiba sekitar pukul 09.35 WIB dan keluar sekitar pukul 10.40 WIB.
Namun Mahfud mengaku tidak mengetahui posisi menteri apa yang akan diberikan Presiden Jokowi kepada dirinya.
"Tidak disebutkan [menterinya], kan banyak. Kalau dari cerita-cerita saya tadi dengan bapak Presiden bisa di bidang hukum, bisa di politik, dan bisa di agama juga seperti yang selama ini diisukan," ungkap Mahfud.
Pada Minggu (20/10/2019), Presiden Joko Widodo mengatakan akan mengenalkan para menteri kabinetnya pada Senin (21/10/2019) pagi.
Presiden Jokowi dalam media sosial resminya menyatakan, susunan kabinet pemerintahan periode mendatang sudah rampung. Mereka terserak di semua bidang pekerjaan dan profesi: akademisi, birokrasi, politisi, santri, TNI dan polisi.
Dalam media sosialnya, Presiden mengatakan para menteri terpilih adalah sosok yang inovatif, produktif, pekerja keras dan cepat. Sosok yang tidak terjebak rutinitas yang monoton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
ACA menilai strategi nuklir baru Amerika Serikat yang berfokus pada senjata nuklir taktis berpotensi meningkatkan risiko perang nuklir.
Sophia Laforteza mengumumkan hiatus sementara dari KATSEYE demi fokus pada kesehatan mental. HYBE menyebut kondisi sang idol akan dievaluasi kembali.
Sharp Aquos Wish6 resmi diperkenalkan, HP entry-level dengan AI pendeteksi panggilan penipuan, layar 120 Hz, baterai 5.000 mAh, kamera 50 MP. Rilis September 20
Media Vietnam Soha menyebut Timnas Indonesia tersingkir dari Piala AFF 2026 dengan cara mengecewakan setelah gagal mengalahkan Singapura dan finis di posisi ket
Tim Paul Walker bantah isu penjualan Toyota Supra 1998 di Furious 7. Putri Paul, Meadow, masih miliki mobil. Saat ini dipamerkan di Petersen Museum hingga 2027.
CEO JPMorgan Jamie Dimon peringatkan bank soal ancaman AI Mythos yang bisa bobol perusahaan tanpa kendali. ACI gaet 40+ perusahaan lindungi infrastruktur kritis