Inspiratif, Siswi Madrasah Aliyah Tembus Paskibraka Nasional 2026
Khalyana Zahira, siswi MAN 1 Lubuklinggau, berhasil menjadi Paskibraka Nasional 2026 dan bertugas pada upacara HUT ke-81 RI.
Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, KENDARI—Seorang mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari Sulawesi Tenggara meninggal dunia, diduga akibat tertembak peluru aparat kepolisian saat demonstrasi di depan Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, Kamis (26/9/2019). Korban tewas bernama Randi, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UHO.
Menurut keterangan Kepala Ombudsman RI Mastri Susilo, Randi dilarikan ke Rumah Sakit Dr R Ismoyo (Korem) pukul 15.30 Wuta dalam keadaan hidup. Lantaran, peluru bersarang di dada sebelah kanan, akhirnya nyawa Randi tak dapat diselamatkan
“Lima belas menit setelah dirawat, tepatnya 15.45 langsung dinyatakan meninggal dunia. Kami tidak tahu dari jurusan mana anak ini karena informasinya simpang siur. Pelurunya juga belum kami ketahui, ini akan kami selidiki,” ungkap Mastri seperti dikutip dari suara.com, jaringan harianjogja.com.
Mastri mengemukakan insiden tersebut diduga akibat kesalahan prosedur dari kepolisian. Dia sudah berkoordinasi dengan Irwasda Polda Sultra untuk menyelidiki pelaku penembakan.
Selain Randi, satu mahasiswa lain alami luka kritis di bagian kepala dan dirujuk di rumah sakit Bahteramas. Korban kritis tersebut bernama Laode Yusuf Badawi. Yusuf diduga terkena hantaman.
Ribuan mahasiswa se-Kota Kendari mengepung gedung DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis siang. Massa aksi melakukan unjuk rasa di kantor DPRD Sultra menuntut pencabutan UU KPK dan mempertahankan UU KPK sebelumnya, menolak RKHUP serta menolak RUU Pertanahan.
Seperti dilansir Antara, dalam aksi tersebut, massa melemparkan berbagai benda ke arah gedung DPRD Sultra dengan batu dan kayu. Kepolisian melepaskan tembakan gas air mata ke arah masa aksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Khalyana Zahira, siswi MAN 1 Lubuklinggau, berhasil menjadi Paskibraka Nasional 2026 dan bertugas pada upacara HUT ke-81 RI.
Kopdes Merah Putih ditargetkan mulai beroperasi bertahap pada September 2026. Jumlahnya berpotensi melampaui 10.000 unit.
Kombes Pol. Jerrold Hendra Yosef Kumontoy dipercaya menjadi Komandan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka.
SBY menilai target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027 ambisius tetapi masih bisa dicapai dengan kebijakan yang konsisten.
Upacara HUT RI ke-81 di Kulonprogo digelar tanpa tenda dan kursi VIP. Kursi khusus disediakan bagi veteran dan sesepuh daerah.
Megawati Soekarnoputri mengungkap pernah dipanggil polisi tiga kali dan diperiksa jaksa saat era Orde Baru.