Harga Pangan 23 September, Cabai Rawit Tembus Rp89.500 per Kg
Harga pangan nasional 23 September 2026, cabai rawit merah Rp89.500/kg dan telur ayam Rp30.200/kg. Cek harga beras, daging, gula, dan minyak.
Ilustrasi mahasiswa UMY berkumpul di kampus setempat sebelum ikut dalam demonstrasi #GejayanMemanggil, Senin (23/9/2019)./Harian Jogja-Budi Cahyana
Harianjogja.com, PALEMBANG--Pimpinan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang tidak mempermasalahkan ribuan mahasiswa perguruan tinggi tersebut libur kuliah atau membolos karena mengikuti aksi 24 September di DPRD Sumatera Selatan.
"Saya pribadi tidak masalah karena aksi mahasiswa itu tidak setiap hari, saya kira jika untuk kepentingan yang lebih besar maka dosen-dosen akan memaklumi," kata Wakil Rektor I UIN Raden Fatah Palembang Ismail Sukardi usai menjenguk korban kericuhan aksi 24 September di RS Charitas, Palembang, Selasa.
Menurut dia, mahasiswa meliburkan diri untuk solidaritas dan berkonsolidasi dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lainnya dalam menyuarakan aspirasi. Aspirasi tersebut juga disampaikan ribuan mahasiswa lain di banyak daerah.
"Malulah kalau mereka diam di kampus, sementara rekan-rekan yang lain berjuang di jalan," kata Ismail Sukardi.
Namun ia menyayangkan aksi damai mahasiswa diwarnai kericuhan yang menimbulkan banyak korban dari pihak mahasiswa akibat pukulan polisi dan tembakan gas air mata.
Ia menyatakan, seharusnya aparat Kepolisian menggunakan pendekatan persuasif yang lebih bijak dan tidak berlebihan sebab mahasiswa adalah aset masa depan bangsa Indonesia.
"Saya kira tidak seharusnya ada korban karena yang saya dengar mahasiswa sudah melakukan aksi damai, tapi tiba-tiba di semprotkan gas air mata," kata Ismail.
Jika memang mahasiswa anarkis, kata dia, aparat Kepolisian bisa menggunakan cara-cara sesuai SOP penanganan kerusuhan. Selagi aksi masih berlangsung damai maka tidak dibenarkan tindakan kasar.
Selain itu, dia melihat poin-poin yang diaspirasikan mahasiswa termasuk rasional dan wajar. Apalagi aspirasi tersebut juga disuarakan di beberapa daerah pada waktu bersamaan.
Artinya ada sesuatu yang sudah parah sehingga perlu dikritisi. "Karena memang mereka melihat ada ketidakadilan dalam RUU KPK, RKUHP, UU Ketenagakerjaan yang intinya kurang demokratis menurut mereka," katanya.
Aksi damai mahasiswa di depan gerbang Kantor DPRD Sumatera Selatan diwarnai kericuhan sekitar pukul 13.30 WIB. Petugas Kepolisian menembakan gas air mata serta watercanon, akibatnya puluhan mahasiswa harus dilarikan ke rumah sakit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Harga pangan nasional 23 September 2026, cabai rawit merah Rp89.500/kg dan telur ayam Rp30.200/kg. Cek harga beras, daging, gula, dan minyak.
Donald Trump bertemu Delcy Rodriguez di sela Sidang PBB di New York. Keduanya membahas hubungan bilateral, energi, pertambangan, dan keamanan.
UGM memperkuat SDM keanekaragaman hayati melalui PKKH, program profesi pertama di Indonesia dan Asia untuk menghadapi degradasi biodiversitas.
Rumah warga kurang mampu di Sumberlawang Sragen ambruk. Nenek 75 tahun terluka dan rumahnya mengalami kerugian sekitar Rp50 juta.
Stasiun Lempuyangan Jogja bakal khusus penumpang. Angkutan barang dipindah ke Brambanan, dengan akses lokal, KRL, dan jarak jauh dipisahkan.
Mural di Patangpuluhan Jogja menjadi ruang kreativitas anak muda untuk menyuarakan isu lingkungan, budaya, sosial, hingga ekonomi kreatif.