Penembakan di Islamic Center San Diego Tewaskan 5 Orang
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
Ilustrasi bayi/foxnews
Harianjogja.com, RIVNE - Kisah pilu dialami seorang bocah berusia 12 tahun di Ukraina. Bocah itu melahirkan seorang bayi.
Ayah bayi itu berusia 20 tahun.
Gadis yang tidak disebutkan namanya itu mulai bekerja di tempat pembuangan sampah dekat kota Rivne, Ukraina bagian barat, dan segera dirawat di rumah sakit.
Laporan mengatakan dia tidak mengerti apa yang terjadi dengannya setelah dia mulai mengalami kontraksi.
Ketakutan dan berteriak kesakitan, dia ditemukan oleh seorang penjaga tempat pembuangan sampah yang memanggil ambulans.
Gadis itu dilarikan ke Rumah Sakit Bersalin Rivne di mana dokter membantunya melahirkan bayi laki-laki pada Sabtu (14/9/2019).
Dokter Olena Sadova mengutip Dailmay Mail, Sabtu (21/9/2019) mengatakan kepada media setempat, “Seorang anak melahirkan seorang anak. Saya sangat terkejut ketika memikirkan hal itu.”
“Gadis itu takut dan tidak menyadari apa yang terjadi padanya. “Persalinan berlangsung sepuluh jam dan secara emosional sulit bagi semua orang. Kami semua menangis setelah itu,” tuturnya.
Galina Kovaleva, wakil kepala rumah sakit mengatakan, “Gadis itu khawatir soal tentang bayi yang baru lahir.”
"Dia ingin memberinya makan tetapi bayi yang baru lahir memiliki cacat lahir dan tidak bisa disusui," katanya.
Menurut laporan, kerabat gadis itu ingin membawanya dan bayi yang baru lahir kembali ke TPA yang mereka sebut rumah tetapi administrasi rumah sakit tidak mengizinkannya.
“Gadis itu tinggal di TPA kota. Kita tidak bisa membiarkan dia dan bayinya pergi ke sana. Kami melaporkan situasinya ke polisi dan dinas sosial,” ujar Victoria Enikeeva, kepala dokter rumah sakit.
Para petugas medis mengatakan mereka harus mengawasi kerabat yang sudah mencoba mengambil ibu baru dan putranya dari rumah sakit tanpa izin.
Nenek bayi itu, yang baru berusia 27 tahun itu berharap cucu dan anaknya bisa dibawa pulang. “Saya ingin mereka pulang bersama saya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.