Purbaya Pastikan MBG dan Alutsista Tak Membebani APBN
Menkeu Purbaya memastikan pembiayaan MBG dan pengadaan alutsista tetap aman dengan defisit APBN dijaga di bawah 3 persen.
Petugas Kebersihan mengenakan masker ketika menyapu jalan saat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (20/9/2019)./Antara-Rony Muharrman
Harianjogja.com, LABUHANBATU - Pada Sabtu (21/9/2019) pagi, hujan dengan intensitas sedang turun membasahi wilayah Kabupaten Labuhanbatu. Namun kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla masih menebal hingga siang hari.
Berdasarkan pantauan dari Kota Rantauprapat, paparan kabut asap masih terus terjadi di sejumlah daerah yakni Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan Labuhanbatu Utara dengan tingkat ketebalan bervariasi.
Kabut asap yang menyelimuti daerah itu belum mengganggu aktivitas warga, arus lalu lintas normal dan lancar. Jarak pandang yang masih terbatas serta bernafas terasa sesak dan mata masih terasa perih.
"Alhamdulillah udara terasa sejuk, walaupun kabut asap masih ada. Tidak seperti hari kemarin cuaca terasa penat dan gerah, bersyukur kita hujan turun tadi malam, bisa mengurangi paparan kabut asap" ujar Syabrina Dalimunthe.
Sementara hujan deras juga mengguyur wilayah Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan membuat warga mengucap rasa syukur karena dapat mengatasi krisis air bersih sejak pertengahan Juli dan mengurangi polusi kabut asap karena Karhutlah.
Walaupun hujan mengguyur sebentar di wilayah yang berbatasan dengan Provinsi Riau tersebut, tapi cukup memberi harapan pasokan air tanah dan menghilangkan kabut asap sementara.
"Alhamdullilah, hujan turun dalam dua hari ini dapat mengurangi paparan kabut asap dan mengatasi krisis air bersih," kata Rida Hasibuan, warga Kotapinang.
Sebelumnya, polusi kabut asap yang melanda daerah Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kabupaten Labuhanbatu dan Kabupaten Labuhanbatu Selatan mulai menganggu aktivitas warga.
Sejumlah warga terlihat banyak berdiam diri di rumah. Paparan polusi asap membuat jarak pandang semakin rendah dan mata terasa perih serta tenggorokan terasa gatal, sedangkan suhu udara di wilayah tersebut terasa gerah dan panas.
Banyak warga Rantauprapat yang mengenakan masker saat melakukan aktivitas luar ruang untuk mengurangi terhirup polusi asap yang diduga kuat berasal dari sejumlah daerah di Provinsi Riau.
Berbagai elemen dan komunitas masyarakat serta TNI/POLRI secara sukarela membagikan ribuan masker untuk mengurangi dampak polusi asap yang sudah terjadi dalam dua pekan terakhir.
Jangkauan pembagian masker dari jalan-jalan hingga perkantoran pemerintah maupun swasta sejak pagi hingga sore. Mereka terkonsentrasi membagikan di sejumlah persimpangan jalan, ruas jalan inti kota, jalan kecamatan hingga di RSUD Rantauprapat.
Mereka juga mengimbau warga secara verbal mengurangi aktifitas luar ruang dalam meminimalisir paparan polusi kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Menkeu Purbaya memastikan pembiayaan MBG dan pengadaan alutsista tetap aman dengan defisit APBN dijaga di bawah 3 persen.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.655 per dolar AS. BI siapkan intervensi agresif di pasar valas dan obligasi.
DPR mendesak Kemenlu bergerak cepat menyelamatkan WNI yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza.
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.