Harga Elektronik Naik, Polytron dan Sharp Atur Ulang Produksi
Pelemahan daya beli dan mahalnya komponen impor membuat industri elektronik melakukan efisiensi produksi dan menata ulang rantai pasok pada semester II/2026.
Anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Kabupaten Pulang Pisau melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di desa Tanjung Taruna Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis (15/8/2019). Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat di Kalteng terpantau 92 titik panas akibatnya kualitas udara di kota Palangkaraya tidak sehat./ANTARA FOTO-Bayu Pratama S.
Harianjogja.com, JAKARTA -- Konsentrasi pencemaran udara di Sampit, Kalimantan Tengah terus meningkat dan bahkan melebihi nilai ambang batas konsentrasi polusi udara yang diperbolehkan, yang sebesar 150 mikrofon.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menjelaskan partikulat PM10 (partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 10 mikron) di Sampit mencapai di atas 550 mikron pada Jumat (13/9/2019). Jumlahnya melonjak menjadi 918,92 mikron pada hari ini.
"Ini alasan mendesak mengapa hujan buatan segera dilakukan," ujarnya di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu (14/9/2019).
Pontianak juga mengalami tren kenaikan konsentrasi PM10 pagi tadi, dengan nilai 96,42 mikron. Namun, masih dikategorikan sedang.
Sementara itu, konsentrasi PM10 di Pekanbaru mengalami penurunan 339,36 mikron menjadi 128,23 mikron pada pagi ini.
Dwi menerangkan kondisi kualitas udara selalu fluktuatif karena dipengaruhi kondisi asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala BNPB Letjen Doni Monardo menyampaikan penyebab tingkat ketebalan asap dan polutan semakin tinggi karena curah hujan yang nyaris tidak ada di wilayah tersebut. Per Agustus 2019, jumlah lahan gambut yang terbakar pun sangat luas yakni mencapai 89.563 hektare (ha) dari total karhutla yang mencapai 328.724 ha.
"Lahan gambut yang terluas terbakarnya itu ada di Riau, mencapai 40.000 ha," tuturnya di lokasi yang sama.
Doni mengatakan memadamkan api di lahan gambut bukan pekerjaan yang mudah karena banyaknya armada tak menjamin api bisa cepat padam. Sejauh ini, 50 unit helikopter telah dikerahkan untuk melakukan water bombing di lahan yang terbakar.
"Di Sumatra Selatan, pengakuan dari salah satu officer BNPB, sudah 1 bulan, di satu tempat hingga hari ini, gambutnya belum padam," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Pelemahan daya beli dan mahalnya komponen impor membuat industri elektronik melakukan efisiensi produksi dan menata ulang rantai pasok pada semester II/2026.
Sekolah mahal belum tentu menjamin kesuksesan anak. Riset terhadap keluarga pengusaha sukses menemukan lima karakter utama yang justru lebih menentukan masa dep
Bupati Temanggung Agus Setyawan mengajak warga mengawasi revitalisasi sekolah swakelola agar pembangunan sesuai kebutuhan.
Pemerintah mengalokasikan Rp820,9 triliun untuk pendidikan pada RAPBN 2027, termasuk PIP, KIP Kuliah, MBG, dan Sekolah Garuda.
Instagram resmi mengganti logo teks atau wordmark setelah 10 tahun. Desain baru menuai pro dan kontra karena banyak pengguna salah membaca tulisan Instagram men
Ledakan industri drama AI di China melahirkan bisnis baru berupa lisensi wajah manusia. Warga mendapat bayaran hingga Rp12 juta, namun risiko penyalahgunaan dat