Mendagri Tito Minta Kepala Daerah Percepat Verifikasi Koperasi Merah Putih
Mendagri Tito Karnavian meminta kepala daerah mempercepat verifikasi dan validasi sekitar 24.000 bangunan Koperasi Merah Putih.
Ilustrasi Sarjono, seorang petani di Dusun Ngrahu, Desa Sumberejo, Semin memotong tanaman padi yang mengering untuk dijadikan pakan ternak. Senin (1/7/2019)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, SUMATERA SELATAN--Badan Teknologi Nuklir Nasional (Batan) berencana untuk mengembangkan varietas padi unggul tahan cuaca ekstrem untuk mengantisipasi perubahan iklim dan mendorong kemandirian pangan.
"Kami ingin fokus pada benih tahan cuaca ekstrem karena sekarang perubahan iklim bukan wacana tapi sudah terjadi. Kalau musim kering, bisa kering sekali dan lama waktunya. Kalau musim hujan bisa banyak sekali airnya. Teman-teman di bidang pertanian didorong bisa menghasilkan benih tahan cuaca ekstrem," kata Kepala Batan Anhar Riza Antariksawan kepada wartawan usai panen raya padi varietas kahayan temuan Batan di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, Rabu (4/9/2019).
Panen raya dilakukan di Desa G1 Mataram Kecamatan Tugumulyo. Benih padi unggul varietas kahayan disebarkan oleh Agro Techno Park Kabupaten Musi Rawas kepada petani setempat untuk dibudidayakan.
Menurut dia saat ini tantangan perubahan iklim sudah nyata, di mana pada saat musim kering, kekeringan hebat melanda dan saat musim hujan, air hujan melimpah. Dengan kondisi seperti ini, maka perlu ada upaya untuk menghasilkan benih yang bisa bertahan dan bertumbuu baik di tengah cuaca seperti itu.
Ke depan, katanya, benih-benih pertanian yang dihasilkan tidak hanya memiliki karakteristik produktivitas tinggi, tahan hama dan kualitas rasa yang enak, namun juga dapat berkembang baik di berbagai kondisi cuaca dan tempat.
"Kita harapkan nanti bisa mendapatkan hasil litbang (penelitian dan pengembangan) yang tahan terhadap keadaan yang seperti itu, tidak hanya produktivitasnya tinggi, selama ini kita mungkin masih konsentrasi pada produktivitas tinggi, katakanlah padi yang bisa tahan serangan rob, tahan terhadap cuaca ekstrem," ujarnya.
Batan mendorong untuk lebih banyak varietas padi unggul yang bisa ditanam di berbagai kondisi lingkungan seperti di wilayah pesisir atau wilayah dengan air asin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mendagri Tito Karnavian meminta kepala daerah mempercepat verifikasi dan validasi sekitar 24.000 bangunan Koperasi Merah Putih.
Menhut Raja Juli Antoni membekukan izin tiga perusahaan di Kaltim terkait karhutla dan memerintahkan pemulihan ekosistem.
Harga minyak nasional Januari–September 2026 mencapai US$85–90 per barel. Pemerintah tetap menjaga harga Pertalite dan Biosolar.
Dua warga Lumbungkerep Klaten menjadi penumpang KM Virgo Transport 8. Danang selamat, sedangkan Bagus masih dalam pencarian.
Pemerintah memantau 458 titik di 240 kabupaten dan kota untuk menjaga harga dan mutu beras serta memberantas mafia beras.
DTSEN mencatat 4,33 juta KPM baru sejak diterapkan. Pemutakhiran data dilakukan agar bansos menjangkau warga yang memenuhi kriteria.