Cak Imin Sebut Penguatan UMKM Jadi Strategi Jaga Kelas Menengah
Cak Imin menegaskan penguatan UMKM menjadi fokus pemerintah untuk menjaga dan memperluas kelas menengah Indonesia.
Ilustrasi./Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JOGJA—Walau kerap menggelar unjuk rasa, para mitra Gojek ternyata bahagia. Setidaknya itu yang muncul dari hasil penelitian Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI).
Peneliti LD FEB UI Bagus Takwin, memaparkan mitra Gojek mampu memaknai pekerjaan mereka lebih dari sekadar menghasilkan uang untuk memenuhi kepentingan sendiri. Keadaan mitra Gojek yang bahagia, kata Bagus, bisa membuat mereka tetap semangat memperbaiki hidup. Sehingga bisa naik tangga kelas ekonomi dan sosial.
“Kebahagiaan (wellbeing) menjadi optimal dengan adanya rancangan kemitraan Gojek, yang memungkinkan mitra memiliki kebebasan terhadap target dan waktu kerja mereka,” ujar Bagus.
Menurut hasil penelitian LD FEB Universitas Indonesia, kontribusi Gojek terhadap perekonomian Indonesia pada 2018 mencapai Rp55 triliun, dihitung dengan menggunakan asumsi 100% mitra aktif. Sebelumnya, LD FEB UI menghitung dampak ekonomi Gojek adalah Rp44,2 triliun dengan menggunakan metode lebih konservatif, yaitu 75% mitra aktif.
Selain mendapatkan tambahan pendapatan dari Gojek yang rata-rata berada di atas UMK, mitra Gojek juga merasa cukup puas dan bahagia dengan hidupnya yang menjadi lebih baik setelah mereka bergabung dengan Gojek.
Tingkat kepuasan dan kebahagiaan ini diukur dengan instrumen The Satisfaction with Life Scale (SWL) dari Pavot dan Diener, yang menemukan bahwa skor rata-rata kebahagiaan mitra mencapai 24,3 dari skala maksimal 35. Tingkat kepuasan ini merupakan bagian dari penelitian dengan metode kuantitatif yang mewawancarai langsung 6.732 responden di 9 kota yang terdiri dari 3.886 mitra GoRide, 1.010 mitra GoCar, 1.000 mitra GoFood, dan 836 mitra GoLife
“Mereka melihat hidup menjadi lebih bermakna karena dengan menjadi mitra Gojek, mereka bisa membantu banyak orang dan menebarkan kebaikan. Dalam konteks industri digital yang menganut sistem kemitraan seperti Gojek,” tambahnya.
Bagong Soebardjo, salah satu pengemudi ojek online yang mendapatkan manfaat setelah bergabung dengan Gojek. Dia jgua mengaku bahagia sejak bergabung menjadi mitra pengemudi Gojek di Jogja. Kehadiran Gojek bagi Bagong tak hanya memberikan lapangan pekerjaan, tapi juga mengubah kehidupan ia dan keluarganya.
Sejak bergabung dengan Gojek 4,5 tahun lalu, Bagong mengaku mampu memenuhi seluruh kebutuhan keluarga dengan empat orang anak yang masih kecil-kecil. “Banyak manfaat yang telah saya rasakan sejak memutuskan mendaftar sebagai mita Gojek. Di Gojek, saya bisa menghidupi keluarga dengan empat orang anak. Saya juga bisa menghidupi sanggar wayang saya. Sehingga sekarang aktif dan sering diundang-undang acara juga,” katanya, Jumat 23 Agustus 2019.
Kini, berkat kerja kerasnya menjadi mitra Gojek, Bagong juga telah membuka warung makan. Di warung tersebut, Bagong dan keluarganya menjual mi ayam, bakso dan nasi goreng. Warung makannya telah ia daftarkan menjadi mitra GoFood, sebuah fitur pesan makan online yang dimiliki Gojek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cak Imin menegaskan penguatan UMKM menjadi fokus pemerintah untuk menjaga dan memperluas kelas menengah Indonesia.
Harga tiket Piala Dunia 2026 mulai turun di pasar resale setelah penjualan melambat dan kursi stadion belum penuh.
Galaxy Z Fold 8 dan Z Flip 8 disebut bakal menjadi ponsel pertama yang menghadirkan fitur Gemini Intelligence dari Google.
Persebaya diingatkan Bernardo Tavares agar tidak meremehkan Semen Padang meski lawan sudah degradasi ke Liga 2.
Primbon Jawa menyebut weton Jumat Pahing memiliki aura pemimpin, rezeki baik, dan karakter mudah disukai banyak orang.
Proyek PSEL Bantul belum berjalan karena dana Danantara belum turun saat volume sampah rumah tangga terus meningkat.