Ratusan Naskah Kuno Ditemukan di Rumah Kosong di Boyolali
Pemkab Boyolali menemukan ratusan naskah kuno koleksi Cipto Raharjo. Sebagian telah didigitalisasi untuk pelestarian.
Ilustrasi pembacokan./JIBI
Harianjogja.com, SURABAYA- Identitas pelaku pembacokan dua polisi di Markas Polsek Wonokromo Kota Surabaya Jawa Timur mulai terungkap.
Terduga pelaku yakni Imam Mustofa (31) sehari-hari dikenal sebagai penjual jajanan ringan.
Menurut pengakuan Ketua RT 03 RW 02 Kelurahan Sidosermo Kecamatan Wonocolo, Surabaya-Jawa Timur, Ainun Arif, bahwa Imam Mustofa kesibukan sehari-harinya berjualan sempol.
"Dulu bekerja cleaning services, sekarang dia (pelaku) berjualan sempol di depan sini," ujar Ainun pada Suara.com-jaringan Harianjogja.com, Sabtu (17/8/2019).
Selain sempol, ia juga menitipkan jajanan di beberapa warung, dekat tempat indekosnya, daerah Sidosermo gang 1.
"Sering titip jajanan makaroni juga disini. Tak hanya disini, di warung lainnya juga menitipkan makaroninya," imbuhnya.
Untuk diketahui, Imam Mustofa merupakan terduga pelaku pembacokan di Mapolsek Wonokromo. Sebelum melakukan aksinya, ia berpura-pura membuat laporan ke Mapolsek Wonokromo. Kemudian dengan tiba-tiba, Imam mengeluarkan senjata tajam dan membancok dua anggota mapolsek yang berjaga dengan senjata tajam, pada pukul 17.00 WIB
Dari barang bawaan pelaku, polisi menemukan sebilah pisau penghabisan, satu celurit, satu ketapel dengan amunisi kelereng, satu senjata api gas gun hitam, satu kaus warna hijau dan juga satu lembar setengah kertas berlogo ISIS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Pemkab Boyolali menemukan ratusan naskah kuno koleksi Cipto Raharjo. Sebagian telah didigitalisasi untuk pelestarian.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.