Kembangkan Kasus, KPK Terbitkan Sprindik Baru untuk Fadia Arafiq
KPK menerbitkan sprindik baru pada 22 September 2026 untuk pengembangan kasus dugaan korupsi Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq.
Najwa Shihab./JIBI-Bisnis Indonesia.com
Harianjogja.com , JAKARTA--Pengamat komunikasi dan politik nasional Emrus Sihombing mengatakan jurnalis dan pembawa acara Najwa Shihab mumpuni untuk dijadikan menteri di kabinet kerja jilid II Presiden Joko Widodo, tepatnya di posisi Menteri Sosial.
"Najwa Shihab punya kemampuan dan kapabilitas yang luar biasa. Ketika dia mengajukan pertanyaan, itu bukanlah pekerjaan mudah, sering kali orang menganggap jawaban yang bagus itu jauh lebih baik dari pertanyaan yang bagus, itu salah. Artinya ketika wartawan mengajukan pertanyaan yang dapat mengungkap fakta berarti dia punya kemampuan yang luar biasa," kata Emrus yang juga Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner, Sabtu (27/7/2019).
Beberapa waktu lalu, Najwa Shihab bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Yenny Wahid, serta Yunarto Wijaya berdikusi bersama di kampus Monash University, Clayton, Australia untuk mengajak para warga diaspora Indonesia kembali bersatu setelah Pemilihan Umum 2019.
Mengetahui hal itu, Emrus melihat bahwa Najwa memiliki jiwa nasionalis yang sangat tinggi. Selain itu, Emrus juga mengatakan Najwa adalah sosok pluralis, atau mempertahankan kondisi kemajemukan dan keberagaman bermasyarakat, serta religius.
"Saya lihat secara hipotetis karena saya tidak dekat dengan dia. Menurut saya integritas dia sangat luar biasa. Begitu dia ke luar dari salah satu stasiun televisi, dia tidak pernah berhenti berkarya, dia buat karya baru lagi dengan Mata Najwa, bahkan saya melihat dia mendirikan media sendiri bernama Narasi TV. Ini contoh bahwa dia tidak akan pernah padam sekalipun ada tantangan, saya kira dia punya jiwa kepemimpinan yang luar biasa," ujar Emrus.
Emrus mengatakan jika Presiden Joko Widodo mencari calon menteri independen atau nonpartai, Najwa Shihab adalah salah satu yang memenuhi syarat dan memiliki potensi besar.
"Saya melihat karena rata-rata acara dia menyangkut hal yang humanis, pluralis, dan menjalin kebersamaan. Saya kira dia tepat dijadikan Menteri Sosial. Kalau memang latar belakangnya hukum bisa juga dipertimbangkan untuk menteri Hukum dan HAM. Tapi saya rasa lebih tepat menjadi Menteri Sosial sehingga kohesi sosial kita antaranak bangsa berjalan dengan baik," kata Emrus.
Untuk diketahui, Najwa Shihab merupakan sarjana hukum lulusan Universitas Indonesia. Mengawali karir sebagai jurnalis di stasiun televisi Metro TV selama 17 tahun dan sempat menjadi pembawa acara Mata Najwa dan Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menerbitkan sprindik baru pada 22 September 2026 untuk pengembangan kasus dugaan korupsi Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq.
Moh Zaki Ubaidillah mengalahkan Weng Hongyang 23-21, 21-13. Indonesia comeback 3-2 atas China dan meraih emas beregu putra Asian Games 2026.
Penyimpanan HP hampir penuh padahal foto sedikit? Cek cache, file unduhan, data aplikasi, Sampah, dan cara mengosongkan storage Android serta iPhone.
Harga e-fuel MotoGP 2027 dalam sebuah penawaran mencapai 86 euro per liter atau sekitar Rp1,7 juta. Simak simulasi biaya bahan bakar pebalap dan tim.
BGN menutup permanen SPPG Patalan 2 di Jetis, Bantul, setelah dua kali kejadian keracunan. Pemkab berkoordinasi untuk mengalihkan layanan MBG empat sekolah.
Toyota memperkirakan kebutuhan 400.000 robot untuk modernisasi pabrik mulai 2028. Perusahaan menegaskan robot dirancang untuk bekerja berdampingan dengan manusi