Kejari Wonosobo Usut Dugaan Korupsi PKH 2018-2026, 20 Saksi Diperiksa
Kejari Wonosobo menyelidiki dugaan penyimpangan bansos PKH 2018-2026 dengan potensi kerugian negara miliaran rupiah. Lebih dari 600 KPM terdampak.
Joko Widodo/Reuters-Willy Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA - Partai NasDem menyebutkan keinginan Presiden Jokowi agar para menterinya bekerja luar biasa dan berani mengambil keputusan harus diikuti para calon menteri Kabinet Kerja Jilid II Jokowi-Ma\'ruf dengan siap bekerja tidak biasa.
"Makanya menjadi anggota kabinet Pak Jokowi harus siap-siap untuk bekerja tidak biasa," kata Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G Plate di Kantor DPP NasDem, Jakarta Pusat, Senin (15/7/2019).
Selain itu, calon menteri Jokowi juga berani dalam mengambil keputusan yang disampaikan kepada publik. Oleh karena itu, calon menteri akan dimintai komitmennya sebelum melaksanakan tugas.
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma\'ruf ini mengatakan, Presiden Jokowi menginginkan pemerintahan ke depan berjalan efektif dan kuat, dimana akan diisi oleh profesional baik dari kalangan parpol maupun non parpol.
Namun demikian, pihaknya menyerahkan sepenuhnya susunan kabinet itu kepada Presiden Jokowi mengingat hal tersebut merupakan hak prerogatif Jokowi sebagai presiden terpilih.
Plate mengaku memahami pemikiran Presiden Jokowi yang menginginkan tokoh profesional dalam kabinet, namun di sisi lain juga menghendaki proses regenerasi kepemimpinan politik.
"Pasti ada kombinasi antara generasi milenial, yang muda, dengan yang senior. Tapi kami yakin tokoh-tokoh kabinet nanti menjadi kabinet yang solid," jelasnya.
Presiden Jokowi, lanjut dia, punya tiga kewenangan terkait Kabinet Kerja Jilid II. Pertama, Jokowi memiliki kewenangan penuh menentukan struktur kabinet.
"Dengan ada perubahan-perubahan paradigma ini ada juga peluang-peluang perubahan struktur kabinet itu kita berikan sepenuhnya kepada Bapak Presiden terpilih untuk memutuskan," ujarnya.
Presiden Jokowi juga berhak menentukan nomenklatur kabinet lima tahun mendatang. Jokowi diberi keleluasaan memutuskan untuk meleburkan, memisahkan, atau mengubah nomenklatur lembaga/kementerian periode mendatang.
"Dan yang ketiga terkait dengan nama anggota kabinet kita serahkan kepada Presiden juga, tiga hal ini adalah komitmen NasDem," paparnya.
Partai NasDem berharap kabinet Jokowi-Ma\'ruf Amin nantinya diisi tokoh-tokoh profesional, baik dari partai politik atau non-partai politik. Harapan ini senada dengan keinginan rakyat Indonesia.
Plate menegaskan NasDem lahir dari tokoh-tokoh profesional, maka partai besutan Surya Paloh itu memiliki banyak tokoh profesional yang selalu siap bila dibutuhkam mengisi kabinet.
"Baik tokoh-tokoh profesional dari kaum milenial maupun tokoh-tokoh profesional dari kelompok-kelompok senior yang berpengalaman," kata Plate.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kejari Wonosobo menyelidiki dugaan penyimpangan bansos PKH 2018-2026 dengan potensi kerugian negara miliaran rupiah. Lebih dari 600 KPM terdampak.
Prediksi Indonesia vs Singapura di Piala AFF 2026. Simak head to head, prediksi skor, susunan pemain, dan skenario Garuda lolos semifinal.
Menkes Budi Gunadi Sadikin memerintahkan audit dugaan nakes menghina pasien BPJS. Hasil investigasi Inspektorat Kemenkes ditargetkan rampung pekan ini.
Nusantara Explorer masih disempurnakan usai dicoba Presiden Prabowo. Kereta wisata ini akan melayani perjalanan berbasis permintaan wisatawan.
Pemkot Jogja Luncurkan Tagline "Otentik Konkret" untuk Hari Jadi ke-270, Diawali Kerja Bakti di 270 Titik
Pemkab Bantul akan memperluas bantuan modal UMKM Rp2 juta bagi warga desil 1, 2, dan 3 untuk menekan kemiskinan ekstrem.