Harga Oli Pertamina Naik 17 Persen, Ini Penyebabnya
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Logo PAN/JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA - Merapatnya PAN ke koalisi pemerintah kemungkinan bakal terwujud dalam waktu dekat.
Partai Amanat Nasional (PAN) memberi sinyal untuk siap kembali bergabung dengan pemerintahan dan akan memberikan bantuan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) di periode kedua. Kendati, pada Pilpres 2019 PAN adalah partai pendukung capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan menyatakan, PAN siap untuk bergabung dan membantu Jokowi dalam pemerintahan dengan ikut bergabung dalam koalisi. Apalagi, Bara menyebut partainya merasa terpanggil usai Jokowi memaparkan pidato ‘Visi Indonesia’ tadi malam.
“Kalau kami dibutuhkan Jokowi, kami siap bergabung untuk terlibat langsung dalam action tersebut,” kata Bara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/7/2019).
Bara menjelaskan, PAN bisa ikut andil menjadi bagian untuk mendukung Jokowi bisa menjadi bagian dari pemerintahan hingga mengisi jabatan pimpinan di parlemen.
"Saya pikir kan manifestasi macam-macam. Tentu bisa di pemerintahan, bisa di pimpinan DPR, MPR. Tentu kita perlu tempat yang bisa bekerja nyata untuk bantu Jokowi. Apakah di pemerintahan, kabinet, atau di parlemen itu manifestasi macam-macam," tutur Bara.
Selain itu, Bara menyatakan jika keinginan PAN untuk bergabung menjadi bagian pemerintahan Jokowi sudah mendapatkan dukungan dari pengurus partai di tingkat provinsi.
"Jadi, kami menerima advice saran dari berbagai pihak dan tentu saja kami akan mengambil keputusan berdasarkan proses institusional. Jadi, memang ini bukan kemauan satu dua orang saja. Tapi betul-betul melibatkan semua pihak, pengurus DPP, juga pengurus-pengurus provinsi," papar Bara.
Sebagaimana diketahui, belakangan isu PAN merapat ke pemerintahan semakin kuat. PAN sendiri sudah terlihat bersiap-siap untuk masuk jadi bagian pemerintahan. Selain PAN, ada juga Partai Gerindra dan Demokrat yang santer diisukan masuk jadi pemerintahan Jokowi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Karhutla Riau mencapai 16.264 hektare. Pemprov Riau menyemai 26 ton garam lewat OMC dan mengerahkan enam helikopter.
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Guru Besar UGM Prof. Priyono Suryanto mendorong tiga transformasi penanganan karhutla, dari respons krisis menuju penjagaan hutan berkelanjutan.
BMKG mencatat 11.869 titik panas di Kaltim pada 1-21 Agustus 2026 dan meminta penguatan mitigasi karhutla menjelang puncak panas.
DPRD Sleman menyoroti pencairan dana JPS yang dinilai perlu dipercepat. Dinsos Sleman mulai menyederhanakan tahapan permohonan bantuan