Wisata Klaten Tumbuh, Kunjungan 2025 Tembus 7,5 Juta
Kunjungan wisata ke Klaten selama 2025 mencapai 7,5 juta orang, naik 10 persen. Pemkab siapkan road map dan calendar of event pariwisata.
Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Moeloek, saat meresmikan gedung Instalasi Rawat Jalan Terpadu RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, Jumat (12/7/2019). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
Harianjogja.com, KLATEN--Gedung lawas di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) Klaten diminta untuk dipertahankan. Permintaan disampaikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Moeloek.
Hal itu dikatakan Nina saat meresmikan gedung Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, Jumat (12/7/2019). Nila mengatakan RSUP didirikan sejak zaman kolonial Belanda.
Berdasarkan sejarah pendiriannya, pengelola perkebunan pemerintah Belanda mendirikan rumah sakit bernama dr. Scheurer Hospital pada 20 Desember 1927. Rumah sakit tersebut dikelola yayasan Zending dan dipimpin Dr. Bakker.
Setelah kemerdekaan Indonesia, rumah sakit tersebut diambil alih pemerintah Indonesia hingga dalam perkembangannya berganti nama menjadi RSST. Meski sudah berumur hampir seabad, bangunan awal rumah sakit tersebut hingga kini masih dipertahankan.
Hal itu seperti yang terlihat pada bagian depan RSST terdapat bangunan lawas. “Memang RSST ini sejak lama didirikan dan awalnya masih milik orang Belanda. Karena itu bisa dilihat gedung lama merupakan gedung heritage. Dengan era yang sudah berubah ini dan jumlah pasien meningkat, maka perlu perluasan,” kata dia.
Menkes berharap gedung lama tetap dipertahankan. Soal perawatan gedung lama tersebut, Menkes menyarankan bisa bekerja sama dengan pemerintah Belanda.
“Kami baru menandatangani MoU dengan Belanda. Untuk bangunan heritage bisa diperbaiki oleh Belanda, tidak ada salahnya,” urai dia.
Terkait pembangunan gedung IRJT, Menkes mengapresiasi pengelola RSUP yang melakukan efisiensi hingga ada sisa anggaran Badan Layanan Umum (BLU) yang cukup untuk membangun gedung berlantai lima tersebut.
“Ada efisiensi yang dimanajemen dengan baik sehingga ada simpanan. Terus terang, pemandangannya dari gedung baru luar biasa menghadap ke Gunung Merapi,” ungkapnya.
Menkes berharap keberadaan IRJT bisa meningkatkan pelayanan RSST. Dia mengingatkan pengelola RSST menjalankan fungsi sosial serta melakukan upaya promotif dan preventif kesehatan.
Direktur Utama RSST, Endang Widyaswati, mengatakan gedung IRJT dibangun menggunakan dana BLU sejak 2017 lalu. Total anggaran pembangunan mencapai Rp74 miliar.
Di gedung berlantai lima itu terdapat pelayanan pendaftaran, pemeriksaan dokter, laboratorium, pengambilan obat, serta ruang tunggu. Pembangunan gedung IRJT dilakukan lantaran poliklinik berkapasitas 400-500 pasien tak mampu menampung seluruh pasien yang saban harinya mencapai 1.000-1.200 pasien.
Endang mengatakan selain peresmian gedung IRJT, pagi itu juga dilakukan peletakan batu pertama untuk mengawali pembangunan gedung Bedah Sentral Terpadu (GBST) dan critical center. Pembangunan gedung berlantai lima itu direncanakan dalam tiga tahap dengan total anggaran mencapai Rp180 miliar.
“Pada 2019 kami menganggarkan Rp70 miliar untuk membangun struktur bangunan lima lantai dan lantai I,” kata Endang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : solopos.com
Kunjungan wisata ke Klaten selama 2025 mencapai 7,5 juta orang, naik 10 persen. Pemkab siapkan road map dan calendar of event pariwisata.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.