Pencurian di Museum Lalique: 20 Koleksi Hilang, Kerugian Rp82 Miliar

Jumali
Jumali Senin, 06 Juli 2026 10:07 WIB
Pencurian di Museum Lalique: 20 Koleksi Hilang, Kerugian Rp82 Miliar

Ilustrasi. /Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Aksi pencurian besar terjadi di Lalique Jewelry Museum atau Museum Perhiasan Lalique di Prancis timur pada Minggu (5/7/2026) dini hari. Sekitar 20 koleksi perhiasan dilaporkan hilang dengan kerugian yang diperkirakan mencapai 4 juta euro atau sekitar Rp82,3 miliar. Perampokan ini mengguncang dunia seni dan perhiasan, mengingat museum tersebut menyimpan karya-karya berharga dari seniman legendaris René Lalique.

Mengutip laporan Le Parisien, perampokan terjadi sekitar pukul 05.30 waktu setempat. Para pencuri berhasil memasuki gedung museum dan langsung menuju ruang penyimpanan koleksi perhiasan. Meskipun alarm keamanan berbunyi saat aksi pencurian berlangsung, para pelaku berhasil melarikan diri sebelum sempat ditangkap. Ketika staf keamanan sedang memeriksa penyebab alarm berbunyi, seorang petugas kebersihan menjadi orang pertama yang tiba di lokasi dan menyadari telah terjadi pencurian, lalu segera menghubungi polisi.

Museum dalam Pengawasan Khusus

Surat kabar Le Parisien menyebutkan bahwa Museum Perhiasan Lalique sebenarnya telah masuk dalam daftar objek yang dianggap rentan sejak perampokan di Museum Louvre pada 2025. Karena itu, museum tersebut berada di bawah pengawasan khusus para aparat keamanan. Namun, kejadian ini menunjukkan bahwa upaya pengamanan yang ada masih belum cukup untuk mencegah aksi kriminal yang terencana dengan baik.

Museum Perhiasan Lalique dibuka pada 2011 dan berdiri di samping pabrik yang didirikan oleh René Lalique, dekorator dan seniman ternama yang dikenal melalui karya-karya bergaya Art Nouveau dan Art Deco, terutama di bidang seni kaca dan perhiasan. Museum ini menyimpan lebih dari 650 koleksi karya René Lalique, yang menjadi salah satu daya tarik utama bagi para pecinta seni dan perhiasan dari berbagai negara di penjuru dunia.

Dampak bagi Dunia Seni dan Perhiasan

Kehilangan 20 koleksi perhiasan dari museum ini bukan hanya kerugian materiil, tetapi juga kehilangan warisan budaya yang tak ternilai. Karya-karya René Lalique dikenal dengan keindahan dan keunikan desainnya, sehingga pencurian ini menjadi pukulan berat bagi dunia seni. Polisi setempat kini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku dan mengembalikan koleksi yang hilang. Masyarakat diimbau untuk waspada dan melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait penjualan perhiasan antik atau koleksi seni yang diduga berasal dari museum tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online