Polrestabes Semarang Optimistis Ungkap Misteri Mayat Tanpa Kepala dan Terbakar
Penemuan mayat tanpa kepala dan dalam kondisi hangus terbakar di kawasan Pantai Marina, Kota Semarang, Kamis (8/9/2022), hingga kini masih menjadi misteri.
ilustrasi kekeringan. (Solopos-Dok)
Harianjogja.com, SEMARANG-- Enam kecamatan di Wonogiri, Klaten, dan Magelang telah mengalami kekeringan ekstrem pada musim kemarau kali ini.
Kepala Seksi (Kasi) Data dan Informasi (Datin) Stasiun Klimatologi Kelas I Semarang selaku unit pelaksana teknis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jateng, Iis Widya Harmoko, mengaku hampir seluruh wilayah di Jateng sudah masuk kategori kekeringan. Kategori itu ditandai dengan minimnya curah hujan di sebagian besar wilayah Jateng.
“Hampir sebagian besar wilayah di Jateng sudah tidak mendapat curah hujan selama 30 hari atau dikategorikan kekeringan panjang. Tapi, yang masuk kategori ekstrem atau tidak mendapat curah hujan lebih dari 60 hari, hanya enam wilayah, yakni Kecamatan Cokrotulung di Klaten, Baturetno, Giritontro, dan Pracimantoro di Wonogiri, serta dua kecamatan lainnya di Kabupaten Magelang,” ujar Iis saat dijumpai Semarangpos.com, Rabu (3/7/2019).
Iis menambahkan kekeringan ekstrem itu kemungkinan besar akan meluas di wilayah Jateng bagian utara. Hal itu dikarenakan wilayah di sepanjang pantai utara (Pantura) banyak yang tidak mengalami hujan lebih dari 30 hari.
“Kami rasa nanti akan semakin banyak lagi daerah yang mengalami kekeringan ekstrem. Apalagi, tahun ini kemarau datang lebih cepat dan panjang. Tahun lalu, pertengahan Juli baru masuk kemarau sekarang sudah terjadi sejak Juni. Dan, tahun ini kemarau kemungkinan lebih panjang. Sekitar tujuh bulan lamanya,” jelas Iis.
Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi, Herizal, dalam keterangan resmi yang diperoleh Semarangpos.com, menyatakan beberapa wilayah Jateng sudah mengalami hujan rendah di bawah 20 ml dalam 10 hari mendatang.
Pihaknya juga sudah mengeluarkan sinyal awal bencana kekeringan bagi delapan daerah di Jateng, yakni Karanganyar, Klaten, Magelang, Purworejo, Rembang, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, dan Wonogiri.
“Masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap kekeringan yang bisa berdampak pada sektor pertanian dengan sistem tadah hujan, kelangkaan air bersih, dan potensi terjadinya kebakaran,” tulis Herizal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Penemuan mayat tanpa kepala dan dalam kondisi hangus terbakar di kawasan Pantai Marina, Kota Semarang, Kamis (8/9/2022), hingga kini masih menjadi misteri.
Para pesepeda dari dalam dan luar negeri mengikuti ajang International Veteran Cycle Association Rally (IVCA Rally) 2026, Kamis (21/5/2026)
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.