Penjualan Mitsubishi Triton Anjlok, Apakah Dampak Pasokan Semikonduktor?
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), kendaraan kabin ganda keluaran Mitsubishi pada Juni hanya terjual 9 unit.
Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno. /Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA – Petinggi PAN memastikan sejumlah orang yang meminta politikus senior Amien Rais mundur dari PAN bukan merupakan kubu pasangan Prabowo-Sandiaga.
Lima pendiri Partai Amanat Nasional yang menegur Ketua Dewan Kehormatan Amien Rais karena telah menebar ketakutan di Indonesia dipastikan bukan pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengatakan bahwa mereka juga sudah lama tidak aktif di organisasi dan tidak punya akar di partai.
“Saya pribadi akan mengabaikan himbauan mereka,” katanya saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon, Kamis (26/12/2018).
Eddy memastikan bahwa seluruh kader PAN solid dalam menjalankan instruksi Ketua Umum Zulkifli Hasan untuk memenangkan kontestasi pemilu dan pemilihan presiden 2019 terutama dalam mengusung Prabowo-Sandi.
Sebelumnya Abdillah Toga, Albert Hasibuan, Goenawan Muhammad, Toeti Heraty, dan Zumrotin mengirim surat terbuka kepada Amien. Mereka menilai Amien sering kali melakukan manuver politik yang tidak sejalan dengan prinsip organisasi baik secara individu maupun mengatasnamakan PAN walaupun sudah bukan pengurus.
“Saudara [Amien] sebagai ilmuwan ilmu politik telah gagal mencerdaskan bangsa dengan ikut mengeruhkan suasana dalam negeri dalam menyebarkan berita yang jauh dari kebenaran tentang kebangkitan PKI di negeri kita,” jelasnya.
Abdillah cs menganggap Amien juga menjadikan agama sebagai alat politik untuk mencapai tujuan meraih kekuasaan.
Bukan hanya itu, sebagai tokoh reformasi yang ikut berperan dalam mengakhiri kekuasaan orde baru, mantan Ketua Umum PAN telah bersimpati, mendukung, dan bergabung dengan politisi yang terinspirasi mengembalikan kekuatan orde baru ke kancah politik Indonesia.
Padahal, PAN merupakan partai reformasi yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat dan menegakkan demokrasi setelah 32 tahun di bawah kekuasaan absolut orde baru yang korup serta otoriter.
“Untuk itu barangkali sudah saatnya Saudara [Amien] mengundurkan diri dari kiprah politik praktis sehari-hari, menyerahkan PAN sepenuhnya ke tangan generasi penerus, dan menempatkan diri Saudara sebagai penjaga moral dan keadaban bangsa serta memberikan arah jangka panjang bagi kesejahteraan dan kemajuan negeri kita,” jelasnya.
Surat terbuka ini ungkap Eddy belum sampai ke partai. “Kami menghormati posisi mereka yang menulis surat tersebut. Tapi kita meminta mereka menghormati posisi kami di DPP PAN yang solid mendukung Pak Amien Rais terkait posisi dan pandangan politiknya,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), kendaraan kabin ganda keluaran Mitsubishi pada Juni hanya terjual 9 unit.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.