Menahan Yen di 160 per Dolar: Akankah Intervensi ASJepang Efektif?
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengakui, menyayangkan insiden perusakan baliho dan atribut partai dan bergambar dirinya oleh orang tak dikenal, saat ia berkunjung ke Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (15/12/2018). /Suara.com-Sarman
Harianjogja.com, JAKARTA- Siapa pelaku perusakan atribut Partai Demokrat dan PDIP kini telah terungkap. Perusakan diklaim dilakukan oknum alias tidak terorganisir.
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menyebut perusak atribut Partai Demokrat di Pekanbaru dilakukan oleh kader PDI Perjuangan. Begitu pun sebaliknya, perusak atribut PDI Perjuangan dilakukan kader Demokat.
Wiranto menyatakan informasi itu dia dapat dari Kepala Kepolisian Indonesia Jenderal Tito Karnavian. Wiranto menuturkan pelaku perusakan baliho di Pekanbaru kekinian telah ditangkap oleh pihak kepolisian.
"Nah ternyata dari Pak Kapolri cepat sekali mengusut itu ternyata memang perbuatan oleh oknum-oknum tertentu, dari partai tertentu baik Partai PDIP maupun Demokrat ada, oknum itu sudah ditangkap," kata Wiranto dalam konferensi pers di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Senin (17/12/2018).
Berkenaan dengan itu, Wiranto mengungkapkan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak kepolisian terhadap pelaku, diketahui bahwasanya mereka melakukan perusakan tersebut atas dasar inisiatif sendiri tanpa adanya arahan atau kebijakan dari pimpinan partai. Adapun motif mereka melakukan perbuatan itu lantaran hanya ingin mendapatkan pujian.
"Mereka tidak atas perintah, tidak atas kebijakan pimpinan parpol, tapi karena ada insubkoordinasi, tidak mematuhi aturan dan perintah. Mereka melakukuan inisiatif yang mungkin untuk mendapatkan pujian, mendapatkan pahala begitu," inbuhnya.
Untuk itu, Wiranto menginbau kepada seluruh pimpinan partai politik dan masyarakat agar tidak membesar-besarkan masalah tersebut. Hal itu dikhawatirkan justru akan merusak jalannya pesta demokrasi yang kekinian diklaimnya sudah berjalan dengan baik.
"Saya mengimbau untuk semua pimpinan partai politik dan masyarakat jangan kemudian mencoba membuat polarisasi dari masalah ini. Jangan sampai dibesar-besarkan. Karena, ini masalah sudah ditangani dengan baik oleh kepolisian, oknum sudah diketahui, saksi sudah ada tinggal kita limpahkan ke proses hukum," pungkasnya.
Untuk diketahui, Kapolda Riau Irjen Widodo Eko Prihastopo mengatakan, pihaknya telah menetapkan tiga tersangka yang melakukan perusakan baliho partai Demokrat. Mereka adalah HS, KS dan MW.
HS ditetapkan sebagai tersangka setelah sebelumnya tertangkap tangan melakukan perusakan ribuan atribut Demokrat di sepanjang Jalan Sudirman, Pekanbaru, Sabtu (15/12/2018). Sementara KS dan MW yang diduga melakukan perusakan atribut PDIP di Tenayan Raya diamankan ke Polresta Pekanbaru pada keesokan harinya, Minggu (16/12/2018).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.