Peneliti Ungkap Asal Usul Orang Indonesia dari Afrika

Peta Indonesia - Istimewa
08 Desember 2018 23:17 WIB Tika Anggreni Purba News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA— Seorang peneliti Lembaga Biologi Molekul Eijkman di Jakarta, Herawati Sudoyo mengatakan bahwa struktur genetik populasi kepulauan Nusantara dapat menunjukkan asal-usul manusia Indonesia.

Penelusuran struktur genetik ini juga membuktikan mengapa manusia Indonesia beraneka ragam dari segi budaya, etnik, dan bahasa.

Dalam kuliah umum Asal-usul Genetik Manusia Indonesia di Kongres Kebudayaan Indonesia 2018, Herawati menjelaskan bahwa sejarah hunian pertama Homo sapiens atau manusia modern menunjukkan bahwa Asia Tenggara khususnya Indonesja dihuni oleh manusia modern sekitar 50.000-70.000 tahun yang lalu. 

“Dengan menggunakan marka genetik kami memberikan gambaran tahapan gelombang migrasi yang membentuk latar belakang genetik manusia Nusantara,” katanya. 

Studi tersebut dilakukan dengan menggunakan tiga marka. Pertama, DNA mitokondria yang diturunkan melalui jalur maternak. Kedua, kromosom Y yang diturunkan dari sisi paternal. Ketiga, DNA autosom yang diturunkan kedua orang tua. 

Dari DNA mitokondria dan kromosom Y ditemukan bahwa populasi di Nusantara memiliki jejak genetika manusia  dari gelombang pertama migrasi Ouf of Africa yang menyusuri jalur selatan sekitat 60.000 tahun lalu.

Sementara itu hipotesis model Out of Taiwan menerangkan bahwa penyebaran penutur Austronesia terjadi 5.000-7000 tahun lalu ke arah selatan. Dua gelombang migrasi ini yang dipercaya membentuk struktur populasi manusia Indonesia. 

Studi genetik lebih lanjut dengan DNA autosom dapat menemukan adanya gelombang migrasi lain masuk dan keluar Indonesia seperti dari daratan Asia, maupun India, Arab, China. Kedatangan mereka membawa bahasa dan budaya yang beragam.

Jawaban pertanyaan asal-usul manusia Indonesia akhirnya terjawab melalui rekronstruksi 50.000 tahun populasi manusia Indonesia melalui studi yang melibatkan 110 populasi etnik dari 12 pulau ini dengan menggunakan penanda DNA yang menunjukkan adanya pembauran beberapa leluhur genetik yang datang dari periode maupun jalur yang beragam. 

Dengan komposisi ini, akan sangat sulit mendefinisikan siapa manusia asli Indonesia. Artinya tidak ada satupun manusia Indonesia yang memiliki komposisi gen 100 persen tanpa campuran. 

Sumber : Bisnis.com