Rizieq Shihab Ingin Pulang ke Indonesia, Tapi Ada Syaratnya

Habib Rizieq Shihab. - Suara.com
10 November 2018 07:50 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Pentolan FPI Rizieq Shihab disebut ingin pulang ke Indonesia, namun dengan satu syarat.

Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif mengatakan Habib Rizieq ingin pulang ke Indonesia jika semua kondisi di Tanah Air itu aman dan kondusif.

"Beliau ingin pulang kalaau ada kepastian bahwa semuanya aman dari Indonesia baik dari pendukung beliau dari kita ataupun dari pihak pemerintah, harus 'clear' dulu, jangan sampai beliau pulang kemudian dikerjai lagi, akhirnya umat kelepasan, umat kehabisan kesabaran ini bahaya bagi bangsa, jadi itu yang sangat dipertimbangkannya," katanya seusai sambutan di acara dialog kebangsaan di Kementerian Koordinator Bidang Politik l, Hukum dan Keamanan, Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Dialog kebangsaan dengan tema "Dengan Semangat Ukhuwah Islamiyah Kita Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa" Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri, Menteri Agama, perwakilan dari kementerian dan lembaga terkait lain, pimpinan organisasi masyarakat Islam dan tokoh Islam.

Slamet mengatakan lewat komunikasi yang dia jalani dengan Habib Rizieq, Rizieq berharap agar Pemilihan Umum 2019 tetap berjalan aman dan damai.

Terkait dialog kebangsaan itu, menurutnya ada penjelasan dari Kementerian Dalam Negeri terkait bendera yang dilarang dan tidak. Bendera yang dilarang dikibarkan adalah bendera yang bertuliskan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) . "Tadi sudah ditegaskan dari Kementerian Dalam Negeri bahwa bendera tauhid tidak dilarang, yang dilarang yang HT. Kami tetap akan mengibarkan bendera tauhid di negara yang kita cintai bersama," lanjutnya.

Sumber : Antara