Presiden Jokowi Minta Masyarakat Hati-Hati dengan Politikus Sontoloyo. Siapakah yang Dimaksud?

Presiden Jokowi (kanan) saat memukul kentongan disaksikan Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo (dari kiri), Mensesneg Pratikno, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Mendagri Tjahjo Kumolo saat membuka Temu Karya Nasional Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XX dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa/Kelurahan (PINDesKel) 2018 di Garuda Wisnu Kencana, Badung, Bali, Jumat (19/10/2018). - ANTARA/Fikri Yusuf
24 Oktober 2018 08:37 WIB Amanda Kusumawardhani News Share :

Harianjogja, JAKARTA-- Menjelang pemilihan umum, suhu politik Indonesia semakin memanas. Presiden Joko Widodo meminta masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi yang bersifat provokatif, terutama saat tahun politik.

Menurutnya, banyaknya informasi palsu yang dilontarkan oleh para politikus yang memanfaatkan momen tahun politik seperti saat ini.

"Itulah kepandaian para politikus, mempengaruhi masyarakat, hati-hati saya titip ini. Hati-hati banyak politikus yang baik-baik tapi juga banyak politikus yang sontoloyo," ucapnya saat memberikan sambutan dalam acara  Penyerahan Sertifikat Hak atas Tanah di Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Jokowi mengungkapkan sejumlah kebijakan pada saat kepemimpinannya pun tak luput dari pengamatan politikus yang berulang kali disebutnya sebagai politikus sontoloyo.

"Mohon maaf kita ini segala hal dihubungkan dengan politik. Padahal kan kehidupan tidak hanya politik saja. Ada sosial, ada ekonomi, ada budaya. Kenapa setiap hal dihubungkan dengan politik," ujarnya.

Kendati demikian, Presiden meyakini masyarakat saat ini semakin pintar dalam menyaring informasi yang benar maupun tidak benar.

Tak hanya itu, ia juga menegaskan masyarakat juga semakin matang dalam berpolitik sehingga diharapkan masyarakat tidak terbawa pengaruh terhadap oknum yang sengaja memecah-belah persatuan.

Presiden tidak menyebutkan dengan jelas siapa yang dimaksud sebagai politikus sontoloyo.

Sumber : Bisnis Indonesia