OPINI: Panas Ekstrem, Bencana Sunyi yang Menggerus Ekonomi
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin menuju tempat peletakan batu pertama proyek pembangunan Menara MUI di Bambu Apus, Jakarta, Kamis (26/07). /ANtara foto-Puspa Perwitasari
Harianjogja.com, JAKARTA - Kapitra Ampera, bekas pengacara imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab bersitegang dengan seornag ustaz yang disebut menghina Cawapres Ma\'ruf Amin dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Ucapan Ustaz Yahya Waloni yang mencaci maki cawapres KH Maruf Amin, Gubernur NTB Tuanku Guru Bajang (TGB) dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, mendapat kecaman dari Kapitra Ampera, mantan pengacara Habib Rizieq Shihab.
“Ungkapan itu tak pantas disampaikan manusia, apalagi ulama,” kata Kapitra Ampera geram di Jakarta, Sabtu (15/9/2018).
Kapitra yang juga kader PDI Perjuangan ini pun merasa heran, kenapa seorang ulama bisa mencaci maki ulama lainnya. “Ini ulama kok dicaci maki? Ulama apa preman?” ujar Kapitra.
Doktor hukum ini juga mempertanyakan ajaran apa yang dianut Ustaz Yahya Waloni sehingga dia bisa mencaci maki sesama ulama dan tokoh bangsa yang juga beragama Islam.
“Ini ajaran mana? Tak ada di Alquran. Alquran itu mengajarkan hal-hal yang lemah lembut,” ujarnya.
“Ibu Mega itu Islam, kenapa dia mampu caci maki orang Islam? Kenapa Kiai Maruf dan TGB dicaci maki? Ini kesopanan sebagai manusia saja tak ada. Saya ragukan keulamaan ini orang,” tegasnya.
Kapitra mendengar Yahya Waloni adalah seorang mualaf yang baru 4 tahun menganut Islam. “Orang seperti ini yang sebenarnya merusak Islam,” ujarnya.
Sebelumnya, beredar sejumlah video Youtube dari kanal Cahaya Tauhid yang berisi caci maki oleh Ustaz Yahya Waloni kepada KH Ma’ruf Amin, Tuan Guru Bajang dan Megawati Soekarnoputri.
Oleh Yahya, Kiai Maruf disebut orang tua yang haus kekuasaan, TGB disebut mengejar nafsu duniawi, dan menuding Megawati merusak Islam. Dalam video yang diunggah pada 11 September 2018 dan sudah ditonton lebih dari 86.000 kali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
“Harapannya pelaku usaha di sini [Padukuhan Banyu] bisa naik kelas, yang ditandai dengan naiknya omzet dan pendapatan yang dimiliki,”
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 10 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam, tarif murah Rp8.000 dan bebas macet.
Sekda DIY soroti alih fungsi lahan dan pentingnya data dalam kebijakan untuk menjaga ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.
Instalasi Sunflower Angel di Candi Prambanan viral, hadirkan wisata estetik dan pengalaman seni unik yang diserbu ribuan pengunjung.
BI DIY dan TPID luncurkan MRANTASI PKK 2026 untuk tekan inflasi lewat budidaya cabai dan ketahanan pangan rumah tangga.