Gawat, Ratusan Hektare Lahan di Kotim Terbakar, Api Masih Berkobar

Ilustrasi kebakaran lahan. - Ist/Polsek Kokap
08 Agustus 2018 11:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SAMPIT-Lahan semak belukar di Kabupaten Kotawarinhin Timur, Kalimantan Tengah hangus terbakar dan sampai saat ini api masih berkobar. Adapun luasan lahan yang terbakar mencapai 450 hektare.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Muhammad Yisuf di Sampit, Rabu (8/8/2018) mengatakan, kebakaran lahan milik warga tersebut tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Kotawaringin Timur.

"Sampai sekarang yang terdata ada sebanyak 12 tirik lokasi kebakaran lahan. Dan 450 hektare lahan yang terbakar 314,57 hektare di antaranya berada di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, tepatnya di Desa Basirih Hilir," tambahnya.

Menurut Yusuf, sampai saat ini kobaran api di wilayah Desa Basirih Hilir masih terus berkobar, sehingga tidak menutup kemungkinan luasan lahan yang terbakar akan bertambah semakin luas.

"Tim serbu api dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan Kotawaringin Timur sudah berupaya melakukan pemadaman, namun karena lahan yang terbakar adalah lahan gambut dan lokasinya sangat sulit di jangkau maka tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dinas dan instansi terkait serta beberapa sukarelawan dari kelompok masyarakat kita tarik mundur," terangnya.

Lebih lanjut Yusuf mengatakan, pemadaman selain terkendala letak lokasi yang sulit dijangkau juga akibat sulitnya mendapatkan air.

"Untuk pemadaman lahan yang terbakar tersebut sekarang dilakukan melalui udara dengan menggunakan helikopter bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana [BNPB]," jelasnya.

Yusuf mengatakan, pemadaman kebakaran lahan melalui udara di Desa Basirih Hilir sudah berlangsung beberapa pekan terakhir, namun api masih belum padam total.

"Untuk kebakaran lahan yang bisa kita jangkau semuanya dapat kita kendalikan dan tidak ada masalah, meski demikian kami tetap waspada," tegasnya.

Yusuf juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kotawaringin Timur untuk tidak membakar lahan karena sekarang sudah memasuki musim kemarau.

"Kami berharap kepulan asap kebakaran lahan yang terjadi di Desa Basirih Hilir tidak sampai mengganggu penerbangan dan berlangsungnya pelaksanaan Asian Games 2018," demikian Yusuf.

Sumber : Antara