Truk Brimob Terbalik yang Menewaskan 1 Orang Diduga Akibat Rem Blong

Ilustrasi kecelakaan - Ist
30 Juli 2018 10:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAYAPURA-Penyebab terbaliknya truk Polri yang mengangkut anggota Brimob Kelapa Dua Jakarta, Minggu (29/7/2018) pagi sekitar pukul 05.30 WIT di Kenyam, diduga akibat rem blong. Hal itu diungkapkan Kapolres Jayawijaya AKBP Yan Reba.

"Dugaan sementara terbaliknya truk itu akibat rem blong hingga menyebabkan kendaraan tersebut terjungkal dua kali dan mengakibatkan 13 orang terluka, satu di antaranya meninggal dunia," kata AKBP Reba saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Dikatakan, saat ini supir truk yang juga anggota Brimob sudah diperiksa untuk memastikan penyebab kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan menuju dermaga Batas Batu masih diperiksa.

Sedangkan seluruh anggota Brimob yang terluka beserta rekan-rekannya sudah berada di Timika, sejak Minggu siang setelah dievakuasi menggunakan helikopter milik TNI AD dan Polri.

Tercatat delapan anggota luka parah dalam insiden yang terjadi sesaat setelah serah terima tugas dan hendak kembali ke Timika dengan menggunakan perahu motor dari Batas Batu, kata Kapolres Jayawijaya yang mengaku kini berada di Timika seraya menambahkan, saat ini korban dirawat di dua rumah sakit berbeda di Timika yakni RSUD Mimika dan RS Charitas.

Adapun nama-nama korban truk terbalik yakni yang meninggal Bharada Raji Nasya Sitompul, sedangkan yang luka-luka berat diantaranya Bharada M Solikhin saat ini kondisinya dinyatakan koma, Bharada Andri Pasaribu mengalami patah tangan kiri, Bharada Ahmad Sumarlin mengalami patah kaki kiri dan luka sobek di wajah, Bharada Robert mengalami pendarahan di telinga dan luka di dada.

Kemudian Bharata Rendi Wijaya mengalami patah kaki dan tangan kanan, Bharada Zul Fitrawan mengalami patah kaki kiri, Bharada Milson Sunah mengalami patah bahu kanan dan Bharada Ridik Kantona mengalami patah tangan kanan dan luka bagian muka.

Sementara, yang mengalami luka ringan yaitu Briptu Fajar Tri Baskoro, Bharada Saiful Bakhtiar, Bharada Marthen Tengkel dan Bharada Leskal.

Sumber : Antara