Mantan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga Meninggal, Ini Jejak Kariernya
Mantan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga meninggal dunia pada usia 76 tahun. Ia dimakamkan di San Diego Hills, Karawang.
Ilustrasi penangkapan/Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, PEKANBARU-Polda Riau dan Densus 88 meringkus terduga teroris di sebuah tempat di Rupat Kabupaten Bengkalis, Riau. Hal tersebut ditegaskan Kapolda Riau Irjen Nandang, Jumat (18/5/2018).
Nandang mengatakan, penangkapan itu merupakan buntut dari penyerangan di Mapolda Riau beberapa waktu lalu. Namun, sejauh ini belum diketahui identitas terduga yang ditangkap itu.
"Saat ini masih ditangani oleh Tim Densus 88," ucap Nandang Jumat (18/5/2018).
Nandang menjelaskan, bahwa saat tim Densus masih berada di Kabupaten Bengkalis untuk melakukan pemgembangan. Karena kemungkinan masih ada jaringan lain. "Nanti kita tunggu saja perkembangannya," imbuhnya.
Dengan ada penangkapan di Bengkalis, berarti saat ini tim gabungan sudah berhasil menangkap sembilan orang. Dimana sebelumnya diamankan delapan orang di Kota Dumai, Riau.
Dalam penyerangan di Mapolda Riau 16 Mei 2018, sebanyak empat teroris tewas. Sementara dari polisi satu tewas dua luka. Selain itu dua wartawan juga cidera.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Mantan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga meninggal dunia pada usia 76 tahun. Ia dimakamkan di San Diego Hills, Karawang.
Berapa lama baterai mobil listrik bertahan? Kenali degradasi baterai, pengaruh fast charging, suhu, dan cara menjaganya tetap sehat.
Google mengubah hasil pencarian di Eropa demi mematuhi DMA. Simak perubahan tampilan Search dan dampaknya bagi pengguna serta bisnis.
Jadwal lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Catat laga melawan Singapura, Malaysia, dan Bangladesh serta jadwal final.
Daftar harga ban mobil September 2026 dari BF Goodrich, Bridgestone, Dunlop hingga Pirelli, mulai Rp489 ribuan per unit.
Gelombang tinggi membuat nelayan Kulonprogo berhenti melaut tiga bulan. Kini mereka kembali melaut, tetapi aktivitas masih terbatas.