Debut Inacraft di Jogja, Targetkan Rp8 Miliar dan 25.000 Pengunjung
Inacraft 2026 resmi digelar di JEC Yogyakarta pada 15-19 Juli dengan target 25.000 pengunjung, transaksi Rp8 miliar, dan kontrak bisnis global.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com JAKARTA—Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengembangkan material komposit baru yang berpotensi mempercepat produksi hidrogen bersih sebagai sumber energi masa depan. Inovasi tersebut berupa komposit NiFe-LDH/Ag₃PO₄ yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi proses pemisahan air (water splitting) dalam menghasilkan hidrogen dan oksigen.
Pengembangan teknologi ini menjadi bagian dari upaya mendukung transisi energi berkelanjutan di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap sumber energi ramah lingkungan. Hidrogen dinilai sebagai salah satu energi bersih yang memiliki prospek besar untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Peneliti Pusat Riset Katalisis BRIN, Yusuf Mathiinul Hakim, menjelaskan bahwa hidrogen merupakan sumber energi bersih yang memiliki peran strategis dalam mendukung sistem energi berkelanjutan di masa depan.
"Material NiFe-LDH telah banyak dikembangkan sebagai katalis berbasis logam transisi karena memiliki biaya produksi relatif rendah dan aktivitas elektrokimia yang baik," kata Yusuf dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa material NiFe-LDH masih memiliki tantangan berupa keterbatasan konduktivitas yang dapat memengaruhi performanya dalam reaksi evolusi hidrogen. Kondisi tersebut mendorong tim peneliti BRIN mencari solusi untuk meningkatkan efektivitas material tersebut.
Untuk mengatasi kendala tersebut, tim peneliti mengembangkan komposit berbasis heterostruktur dengan mengombinasikan material NiFe-LDH dan Ag₃PO₄ yang berfungsi sebagai semikonduktor pendukung. Pendekatan ini dilakukan guna memperkuat karakteristik material sekaligus meningkatkan kinerjanya dalam proses elektrokatalitik.
"Pendekatan ini diharapkan mampu memodulasi struktur elektronik serta memperkuat interaksi antarfasa pada komposit dengan menggunakan X-ray Diffraction (XRD) dan Raman Spectroscopy," ujarnya.
Hasil penelitian menunjukkan komposit NiFe-LDH/Ag₃PO₄ memiliki performa yang lebih baik dibandingkan material penyusunnya secara terpisah. Dari sisi elektrokimia, material tersebut mencatat nilai electrochemical surface area (ECSA) yang jauh lebih tinggi, yang mengindikasikan tersedianya lebih banyak area aktif untuk mendukung reaksi kimia.
Pada pengujian menggunakan metode Linear Sweep Voltammetry (LSV), komposit NiFe/AP menunjukkan nilai overpotential terendah sebesar 156,6 milivolt (mV). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan material NiFe murni maupun Ag₃PO₄ tunggal, sehingga menandakan efisiensi yang lebih baik dalam mendukung reaksi evolusi hidrogen.
Menurut Yusuf, peningkatan nilai ECSA tersebut menjadi bukti bahwa pembentukan heterostruktur mampu menciptakan lebih banyak situs aktif yang berperan penting dalam mempercepat reaksi elektrokatalitik.
"Peningkatan ECSA ini menunjukkan pembentukan heterostruktur mampu menyediakan lebih banyak situs aktif untuk reaksi," ucap Yusuf Mathiinul Hakim.
Secara keseluruhan, hasil penelitian BRIN membuktikan bahwa rekayasa heterostruktur pada komposit NiFe-LDH/Ag₃PO₄ efektif meningkatkan aktivitas elektrokatalitik dalam proses pemisahan air. Temuan ini membuka peluang pemanfaatan material tersebut sebagai kandidat teknologi produksi hidrogen bersih yang lebih efisien, sekaligus mendukung pengembangan energi terbarukan dan pengurangan emisi karbon pada masa mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Inacraft 2026 resmi digelar di JEC Yogyakarta pada 15-19 Juli dengan target 25.000 pengunjung, transaksi Rp8 miliar, dan kontrak bisnis global.
Bulog Jogja mencapai 100% target penyerapan gabah 2026 pada Juli dengan total 196.431 ton setara beras guna memperkuat cadangan pangan.
Kemendagri meminta Pemda mengoptimalkan pajak kendaraan bermotor setelah penerimaan PKB turun Rp11,58 triliun pada 2025.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 15 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif tetap Rp8.000, perjalanan pertama pukul 05.00 WIB.
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengecam ancaman bom di SDN Srengseng saat MPLS karena mencederai hak anak atas rasa aman di sekolah.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 15 Juli 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000, keberangkatan pertama pukul 05.05 WIB.