OJK: Net Sell Asing Mulai Mereda, Pasar Modal RI Kian Stabil

Newswire
Newswire Rabu, 29 Juli 2026 22:47 WIB
OJK: Net Sell Asing Mulai Mereda, Pasar Modal RI Kian Stabil

Ilustrasi logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK). - Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pergerakan aliran dana asing (foreign flow) di pasar modal Indonesia masih dipengaruhi dinamika pasar keuangan global. Meski investor asing secara kumulatif masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sejak awal tahun, OJK melihat tekanan jual mulai mereda dalam beberapa waktu terakhir, seiring kondisi pasar yang dinilai semakin stabil.

Pandangan tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon (PMDK) OJK Hasan Fawzi dalam jawaban tertulis pada konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Juli 2026 di Jakarta, Rabu.

Arus Dana Asing Dipengaruhi Faktor Global

Hasan menjelaskan bahwa pergerakan dana asing di pasar modal tidak bisa dilepaskan dari berbagai perkembangan global. Menurutnya, sejumlah faktor eksternal masih menjadi penentu utama arah investasi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Faktor-faktor tersebut meliputi risiko geopolitik, arah kebijakan suku bunga global, hingga preferensi investor terhadap aset di negara berkembang (emerging markets).

“Karena itu, arus dana asing perlu dilihat dalam konteks global dan tidak semata-mata mencerminkan fundamental pasar modal Indonesia,” ujar Hasan.

Meski demikian, OJK mencatat investor asing masih membukukan net sell sebesar Rp95,06 triliun di pasar saham domestik secara kumulatif sejak awal tahun.

Tekanan Jual Asing Mulai Mereda

Di balik posisi net sell tersebut, Hasan melihat adanya perbaikan pada perkembangan terbaru di pasar modal Indonesia. Menurutnya, tekanan jual investor asing menunjukkan tren yang semakin berkurang.

OJK mencatat bahwa pada periode 13–17 Juli 2026, investor asing secara agregat justru membukukan net buy sebesar Rp440 miliar.

“Pada saat yang sama, investor domestik tetap memiliki peran penting dalam menjaga likuiditas dan stabilitas pasar,” ujar Hasan.

Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa stabilitas pasar modal domestik tetap terjaga di tengah dinamika pasar keuangan global.

OJK Siapkan Sejumlah Reformasi Pasar Modal

Untuk memperkuat daya saing pasar modal Indonesia, Hasan memastikan OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) akan melanjutkan berbagai agenda reformasi. Langkah tersebut mencakup peningkatan transparansi, kualitas keterbukaan informasi (disclosure), penguatan tata kelola, hingga menjaga integritas pasar.

Adapun sejumlah kebijakan yang akan diperkuat OJK meliputi:

Penguatan transparansi dan kualitas data kepemilikan saham guna mendukung penentuan free float serta meningkatkan kualitas investability pasar.

Penyempurnaan metodologi asesmen HSC dan efektivitas pengawasan terhadap aktivitas perdagangan serta risiko konsentrasi kepemilikan melalui analisis berbasis data.

Penyempurnaan berbagai ketentuan pasar modal untuk meningkatkan likuiditas, efisiensi, dan pendalaman pasar.

Memperkuat engagement dengan investor institusi global maupun global index providers untuk menyampaikan perkembangan reformasi pasar modal Indonesia secara tepat waktu dan transparan.

Mendorong peningkatan kualitas emiten melalui penguatan aspek tata kelola, keterbukaan informasi, serta pelindungan investor.

Reformasi Diharapkan Tarik Investasi Berkualitas

Hasan menegaskan seluruh inisiatif reformasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor, baik domestik maupun global.

“Inisiatif-inisiatif reformasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan investability pasar modal Indonesia dan semakin memperkuat kepercayaan investor, sehingga dapat menarik investasi yang semakin berkualitas dan berkelanjutan baik dari investor domestik maupun investor global,” ujar Hasan.

OJK berharap penguatan regulasi, tata kelola, dan transparansi pasar dapat menjadi fondasi bagi terciptanya pasar modal Indonesia yang lebih kompetitif, likuid, dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online