Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp18.000 per Dolar AS Hari Ini
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif dan ditutup melemah di kisaran Rp17.940-Rp18.000 per dolar AS.
Foto Ilustrasi sejumlah pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog. - Antara /Erlangga Bregas Prakoso
Harianjogja.com, JAKARTA—Perum Bulog menegaskan tetap menjalankan peran sebagai penyerap hasil produksi atau offtaker dalam sistem pangan nasional, terutama untuk penyerapan, pengolahan, dan distribusi komoditas pertanian ke masyarakat. Di tengah penguatan peran BUMN pangan, Bulog menyatakan siap menjalankan tugas apa pun yang diberikan pemerintah.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya siap mendukung penugasan pemerintah dalam penguatan sektor pangan. “Kalau ditugaskan, kami Bulog siap mendukung tugas-tugas dari pemerintah,” kata Ahmad usai rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Pernyataan itu muncul saat pemerintah mendorong penguatan peran BUMN dalam sektor pangan, termasuk kemungkinan pelibatan BUMN dalam produksi komoditas strategis. Kebijakan tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2026 tentang percepatan swasembada pangan, yang memberi kewenangan kepada Menteri Pertanian untuk menugaskan BUMN di sektor pertanian, agroindustri, dan logistik pangan.
Meski begitu, Ahmad menegaskan peran utama Bulog tetap sebagai penyerap hasil produksi dalam rantai pasok pangan nasional. “Ya offtaker, selaku offtaker dan mengolah serta menyalurkan [komoditas pangan strategis] kepada seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, peran produksi bisa dijalankan oleh pihak lain sesuai tugas dan fungsi masing-masing BUMN. “Kalau nanam mungkin ditugaskan ke yang lain, tapi kita wajib menyerap, sesuai dengan tugas Bulog itu adalah sebagai stabilisasi maupun untuk pendistribusian logistiknya,” ucap dia.
Ahmad menjelaskan pembagian peran itu penting agar rantai pasok pangan berjalan efektif dari hulu ke hilir. Komoditas yang menjadi perhatian antara lain padi, jagung, dan kedelai sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Bulog juga tetap memikul fungsi distribusi logistik pangan agar jangkauannya merata sampai daerah terpencil. Dalam fungsi stabilisasi, Bulog mengelola Cadangan Pangan Pemerintah yang dipakai untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga beras di pasar.
Pemerintah menargetkan penguatan cadangan beras pemerintah hingga sekitar 4 juta ton secara bertahap untuk mendukung stabilitas pangan nasional. Target itu turut didorong kebijakan subsidi bunga 2 persen bagi Bulog agar kapasitas pembiayaan penyerapan setara beras dapat diperkuat.
Hingga pertengahan April 2026, realisasi penyerapan beras Bulog telah mencapai sekitar 48,7 persen atau sekitar 1,9 juta ton dari target tersebut. Pada saat yang sama, stok beras tercatat sekitar 4,7 juta ton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif dan ditutup melemah di kisaran Rp17.940-Rp18.000 per dolar AS.
Pemerintah menyiapkan Tol Japek 2 Selatan dan Tol Prosiwangi untuk uji coba pendaratan jet tempur dalam kondisi darurat.
Bhayangkara FC melepas 15 pemain dan mempertahankan sejumlah pemain kunci untuk menghadapi Super League musim 2026/2027.
Cakupan layanan PDAM Kota Jogja baru mencapai 30 persen. Air tanah yang masih dianggap baik dan persoalan sanitasi menjadi tantangan.
Revisi Permenaker outsourcing diklaim rampung. Pekerja alih daya nantinya hanya diperbolehkan untuk empat jenis pekerjaan penunjang.
Kepala BGN Sudaryono meminta masyarakat melaporkan oknum yang mengatasnamakan dirinya untuk menekan petugas Program Makan Bergizi Gratis.