Advertisement
Meski Diblokade AS, Kapal Tetap Melintas di Selat Hormuz
Foto ilustrasi kapal tanker pengangkut minyak dan gas alam cair. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Lebih dari 20 kapal komersial dilaporkan tetap melintasi Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir, meski blokade yang dipimpin Amerika Serikat masih berlangsung. Informasi tersebut diungkap The Wall Street Journal dengan mengutip sejumlah pejabat AS.
Kapal-kapal yang melintas terdiri atas kapal kargo, kontainer, hingga tanker yang bergerak keluar masuk kawasan Teluk Persia. Disebutkan, kapal yang tidak memiliki tujuan ke pelabuhan Iran tetap diizinkan melintas, meski situasi keamanan di kawasan tersebut masih tegang.
Advertisement
Beberapa kapal bahkan dilaporkan mematikan sistem pelacak (transponder) selama pelayaran guna mengurangi risiko menjadi sasaran serangan. Langkah ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pelaku pelayaran terhadap potensi eskalasi konflik di jalur vital energi dunia tersebut.
Negosiasi Gagal, Blokade Diberlakukan
BACA JUGA
Ketegangan meningkat setelah perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Islamabad tidak mencapai kesepakatan. Negosiasi itu sebelumnya diinisiasi menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump mengenai rencana gencatan senjata sementara selama dua pekan.
Namun, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa pembicaraan tersebut berakhir tanpa hasil. Delegasi AS pun kembali ke negaranya tanpa kesepakatan konkret dengan Teheran.
Tak lama berselang, Trump mengumumkan kebijakan blokade terhadap seluruh kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran. Ia juga memerintahkan Angkatan Laut AS untuk melacak dan mencegat kapal-kapal yang diduga membayar Iran untuk melintasi Selat Hormuz. Kebijakan tersebut mulai berlaku sejak Senin (14/4) waktu setempat.
Kapal Bersanksi Tetap Melintas
Di tengah blokade, sebuah kapal tanker terkait China dilaporkan tetap berhasil melintasi Selat Hormuz menuju Teluk Oman. Laporan Bloomberg menyebut kapal bernama Rich Starry—sebelumnya dikenal sebagai Full Star—itu pernah dikenai sanksi AS pada 2023 karena diduga membantu Iran menghindari pembatasan ekspor energi.
Kapal tersebut sempat gagal dalam upaya pertama saat blokade mulai diberlakukan, namun berhasil melintas pada percobaan berikutnya beberapa jam kemudian. Selain itu, kapal tanker lain bernama Elpis juga dilaporkan bergerak menuju Teluk Oman selama blokade berlangsung.
Dampak Konflik Kawasan
Situasi ini merupakan imbas dari eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan. Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut memicu balasan dari Iran terhadap wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Eskalasi tersebut berdampak langsung pada aktivitas pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dan gas alam cair dunia. Gangguan di kawasan ini berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi global, termasuk harga minyak di pasar internasional.
Meski sempat diumumkan gencatan senjata sementara, hingga kini Selat Hormuz belum sepenuhnya kembali normal. Aktivitas pelayaran masih berlangsung dengan risiko tinggi, mencerminkan ketidakpastian yang masih membayangi kawasan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BPJS Kesehatan Luncurkan 8 Program Percepatan Layanan, Ini Daftarnya
- Korut Kecam Jepang soal Denuklirisasi, Ketegangan Meningkat
- Dapur MBG di Ngawi Meledak Timbulkan Luka Bakar, Diselidiki Labfor
- Pelecehan Seksual di FHUI Jadi Alarm Serius, Simak Kronologinya
- Kemarau Lebih Kering Tahun Ini, Intai Cadangan Air Tanah
Advertisement
Terjadi Lagi Keracunan Makanan di Sekolah Bantul, Korban 80 Siswa
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Peta Mobil Terlaris Bergeser di Kuartal 1 2026, Ini Daftarnya
- Remaja Tewas di Arteri Madukoro Seusai Tabrak Lari Malam Hari
- Update WhatsApp iPhone Bikin Chat dan Foto Lebih Mudah
- Dapur MBG di Ngawi Meledak Timbulkan Luka Bakar, Diselidiki Labfor
- Kebakaran BYD di China Picu Kekhawatiran, Ini Risiko EV
- Kelok 23 Punya View Laut, Disiapkan Jadi Destinasi Baru
- 93 Persen Anak Alami Karies, Orang Tua Diminta Waspada
Advertisement
Advertisement






