Advertisement
Gowes 20.000 Km Suarakan Save Soil, Aktivis Jerman Tanam Pohon di GDA
Konstantin Zulske (paling tengah) menanam pohon bersama di Kompleks GDA, Selasa (14/4/2026). - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Isu degradasi tanah kini menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan global. Berdasarkan data ilmuwan PBB, saat ini sekitar 52% tanah di planet ini telah terdegradasi, dan angka tersebut diprediksi melonjak hingga 90% dalam 25 tahun ke depan jika tidak ada langkah preventif yang nyata.
Keprihatinan ini membawa Konstantin Zulske, seorang musisi sekaligus aktivis lingkungan asal Jerman, melakukan aksi nekat dengan bersepeda sejauh 20.000 kilometer dari Jerman menuju Indonesia. Aksi bertajuk Cycling for Soil ini bertujuan untuk menarik perhatian dunia terhadap pentingnya menjaga kandungan organik tanah.
Advertisement
Setibanya di Indonesia, Konstantin Zulske melakukan edukasi dan penanaman pohon di kompleks Global Darussalam Acdemy (GDA) bersama para siswa, Selasa (14/4/2026).
"Saya bersepeda sejauh ini untuk melakukan sesuatu yang gila agar orang-orang memperhatikannya. Masalah degradasi tanah adalah masalah ekologi terbesar di generasi ini karena terhubung langsung dengan perubahan iklim dan kelangkaan air," ujar Konstantin, Selasa (14/4/2026).
BACA JUGA
Konstantin menjelaskan bahwa tanah merupakan penyimpan karbon terbesar kedua setelah lautan. Menurutnya, mengembalikan kandungan organik ke dalam tanah adalah solusi paling efektif untuk menyerap karbon dari atmosfer.
"Kita perlu menambah kandungan organik, bukan sekadar mengganti tanaman yang hilang dengan pupuk kimia. Kita butuh lebih banyak vegetasi seperti pohon dan semak untuk melindungi tanah," imbuh pria yang kini tengah melanjutkan perjalanannya melintasi Asia Tenggara tersebut.
Senada dengan hal itu, Founder Global Darussalam Academy (GDA), Romahurmuziy, menyatakan dukungannya terhadap gerakan Save Soil di Indonesia. Ia menyoroti laju konversi lahan sawah di Indonesia yang mencapai 90.000 hingga 120.000 hektare per tahun, serta angka deforestasi yang masih tinggi.
"Jika kita tidak melakukan upaya penahanan terhadap konversi lahan ini, saya khawatir dengan masa depan ketahanan pangan kita. Ketahanan pangan adalah bagian utama dari ketahanan nasional," tegas Romahurmuziy.
Mantan Ketua Komisi Pertanian DPR RI ini juga mendesak pemerintah daerah untuk konsisten menegakkan aturan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) melalui peraturan daerah. Menurutnya, kepastian hukum sangat penting untuk menjaga kontinuitas suplai bahan pangan nasional.
Sebagai bentuk aksi nyata, GDA bersama Konstantin Zulske melakukan penanaman pohon secara simbolis di sebuah lingkungan sekolah. Sekolah tersebut menerapkan kebijakan ketat untuk tidak merobohkan pohon yang ada serta mewajibkan setiap siswa merawat satu pohon selama masa pendidikan mereka.
Para siswa ditanamkan cara menjaga lingkungan dengan baik. Bahkan mereka menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari seperti merawat tanaman obat-obatan yang berada di kompleks sekolah.
"Kami mengundang Konstantin Zulske karena ia melihat biodiversitas Indonesia begitu luar biasa untuk diselamatkan. GDA berkomitmen menjadi pendukung utama gerakan Save Soil di Indonesia, menjaga lingkungan dan anak-anak ditanamkan sejak dini," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Serapan Anggaran Sleman 17,34 Persen, Pemkab Klaim Masih Aman
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Pemadaman Listrik Jogja Hari Ini 14 April 2026
- Remaja Tewas di Arteri Madukoro Seusai Tabrak Lari Malam Hari
- Peta Mobil Terlaris Bergeser di Kuartal 1 2026, Ini Daftarnya
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 14 April 2026, Lengkap
- Uang USD 1 Juta Disita KPK, Diduga untuk Pansus Haji
- Kelok 23 Punya View Laut, Disiapkan Jadi Destinasi Baru
- Update WhatsApp iPhone Bikin Chat dan Foto Lebih Mudah
Advertisement
Advertisement







