Advertisement

Iran Kecam Trump Usai Hina Paus Leo XIV

Newswire
Selasa, 14 April 2026 - 09:47 WIB
Abdul Hamied Razak
Iran Kecam Trump Usai Hina Paus Leo XIV Paus Leo XIV saat Misa Peresmian Pelayanan Petrusnya. Menyambut lebih dari 100.000 peziarah, pemimpin dari seluruh dunia, dan perwakilan berbagai denominasi Kristen, Paus Leo XIV menandai dimulainya Pelayanan Petrus yang penuh suka cita, dengan meresmikannya secara resmi dengan Misa di Lapangan Santo Petrus pada hari Minggu, 18 Mei 2025. /ANTARA/vaticannews.va - pri.

Advertisement

Harianjogja.com, ISTANBUL—Ketegangan retorika antara pemimpin dunia kembali mencuat setelah Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengecam pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dinilai menghina pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo XIV.

Melalui pernyataan di media sosial X pada Senin (13/4/2026), Pezeshkian menegaskan bahwa penghinaan terhadap simbol-simbol agama, termasuk sosok yang dihormati umat Kristiani, tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk penodaan terhadap nilai-nilai perdamaian yang diajarkan oleh Yesus.

Advertisement

Kecaman juga datang dari Kementerian Luar Negeri Iran. Juru bicara kementerian, Esmail Baghaei, menyatakan bahwa pernyataan Trump justru bertentangan dengan semangat perdamaian global yang saat ini sangat dibutuhkan dunia.

“Di tengah meningkatnya konflik dan ketegangan global, suara moral seperti yang disampaikan Paus seharusnya dihormati, bukan justru diserang,” ujarnya.

Baghaei menilai serangan verbal terhadap Paus sebagai bentuk penolakan terhadap nilai kemanusiaan, keadilan, dan upaya menciptakan perdamaian dunia. Ia juga menegaskan bahwa komunitas internasional seharusnya bersatu dalam meredakan konflik, bukan memperkeruh suasana melalui pernyataan provokatif.

Kontroversi ini mencuat setelah Trump melontarkan kritik keras terhadap Paus Leo XIV. Ia menyebut pemimpin tertinggi Gereja Katolik tersebut “lemah dalam menghadapi kejahatan” serta menilai pendekatan diplomatik Vatikan tidak efektif dalam merespons dinamika geopolitik, termasuk konflik yang melibatkan Iran.

Menanggapi hal itu, Paus Leo XIV memilih merespons dengan nada tenang. Ia menegaskan tidak gentar terhadap tekanan politik dari pihak mana pun, termasuk pemerintahan Amerika Serikat. Baginya, sikap yang diambil semata-mata berlandaskan ajaran Injil yang menekankan perdamaian dan kasih terhadap sesama.

Paus juga menyampaikan bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan untuk terlibat dalam perdebatan langsung dengan Trump. Ia lebih memilih terus menyerukan penghentian konflik bersenjata yang dinilai hanya membawa penderitaan bagi masyarakat sipil.

Dalam beberapa waktu terakhir, Paus Leo XIV memang dikenal semakin vokal dalam menyuarakan perdamaian, terutama terkait konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Ia kerap mengkritik pendekatan militer yang dinilai sebagai “pamer kekuatan” dan berpotensi memperluas eskalasi perang.

Sebagai informasi, Paus Leo XIV—yang memiliki nama lahir Robert Francis Prevost—terpilih sebagai Paus pada 8 Mei 2025, menjadikannya Paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat. Lahir di Chicago pada 14 September 1955, ia memiliki latar belakang keluarga Katolik dengan akar Eropa.

Sebelum menduduki Takhta Suci Vatikan, ia dikenal sebagai misionaris Ordo Santo Agustinus yang lama berkarya di Peru. Pengalamannya di Amerika Latin turut membentuk pandangannya yang kuat terhadap isu keadilan sosial, perlindungan imigran, serta lingkungan hidup.

Situasi ini menambah panjang daftar ketegangan diplomatik berbasis pernyataan publik antar tokoh dunia. Di tengah kondisi global yang belum stabil, banyak pihak menilai pentingnya menjaga etika komunikasi antar pemimpin guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Gudang Bekas Kandang Puyuh di Berbah Sleman Hangus Terbakar

Gudang Bekas Kandang Puyuh di Berbah Sleman Hangus Terbakar

Sleman
| Selasa, 14 April 2026, 14:57 WIB

Advertisement

Dari Banjir Aceh ke Lonjakan Ekspor, Kafe Tanjoe Kopi Eksis di Jogja

Dari Banjir Aceh ke Lonjakan Ekspor, Kafe Tanjoe Kopi Eksis di Jogja

Wisata
| Senin, 13 April 2026, 16:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement