Advertisement
Selat Hormuz Kembali Dilintasi Kapal, Tapi Masih Sepi
Foto ilustrasi kapal tanker pengangkut minyak dan gas alam cair. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, ISTANBUL— Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mulai menunjukkan peningkatan, namun kondisinya masih jauh dari normal setelah sempat anjlok akibat konflik di Timur Tengah. Data terbaru menunjukkan arus kapal belum sepenuhnya pulih seperti sebelum krisis.
Seperti dikutip dari Anadolu, Jumat (3/4/2026) Badan Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) bersama perusahaan intelijen maritim Windward mencatat jumlah kapal yang melintas mulai naik dalam beberapa hari terakhir.
Advertisement
Pada 1 April 2026, sebanyak 16 kapal tercatat melintasi Selat Hormuz, meningkat dari 11 kapal sehari sebelumnya. Tren kenaikan ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut.
Seluruh kapal tersebut diketahui menggunakan jalur melalui Pulau Larak, yang merupakan koridor berbasis izin di dekat garis pantai Iran.
BACA JUGA
Windward mencatat, sebanyak 62 persen kapal yang melintas merupakan kapal yang terkena sanksi Barat, termasuk bagian dari armada tanker bayangan Iran yang tengah bersiap untuk aktivitas pemuatan.
Kondisi ini menunjukkan adanya upaya sejumlah negara untuk bernegosiasi dengan Iran demi memastikan jalur pelayaran tetap terbuka, sekaligus meningkatkan peluang kenaikan volume transit dalam waktu dekat.
Meski demikian, angka tersebut masih jauh dibandingkan kondisi normal sebelum konflik. UNCTAD mencatat lalu lintas kapal di Selat Hormuz turun drastis dari sekitar 130 kapal per hari pada Februari menjadi hanya enam kapal pada Maret.
Penurunan hingga sekitar 95 persen ini menjadi indikator kuat terganggunya jalur energi global sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada akhir Februari 2026.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan dunia. Sekitar seperempat distribusi minyak global melalui laut melewati kawasan ini, termasuk pengiriman gas alam cair dan pupuk dalam jumlah besar.
Sebelum konflik, sekitar 20 juta barel minyak per hari melintasi selat tersebut. Namun setelah Iran memberlakukan kontrol ketat sebagai respons atas serangan, arus distribusi energi global ikut terdampak signifikan.
Situasi ini membuat pemulihan lalu lintas kapal di Selat Hormuz menjadi salah satu indikator penting stabilitas ekonomi global dalam beberapa waktu ke depan.
Â
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
- Perbedaan Jumat Agung dan Paskah, Jangan Sampai Keliru
- Ribuan Dapur MBG Bermasalah Program Gizi Disorot
- Kasus Amsal Berbuntut Panjang, DPR Desak Evaluasi Total Kejari Karo
- Anak Indonesia Nyaris Semua Online, PP Tunas Jadi Benteng Terakhir
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 3 April 2026
- Tabrakan Maut di Sedayu Bantul, 3 Remaja Tewas
- Jadwal Misa Jumat Agung 2026 di DIY
- Jadwal KRL Jogja Solo Jumat 3 April 2026, Padat Seharian Tarif Tetap
- Gelombang Penumpang Kereta Mengular di Awal Libur Paskah
- Hari Ini, Sal Priadi CS Manggung di Lapangan Pancasila UGM
- WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
Advertisement
Advertisement








