Advertisement
Iran Izinkan 20 Kapal Pakistan Lintasi Selat Hormuz
Selat Hormuz Iran. / ist
Advertisement
Harianjogja.com, TEHERAN—Pemerintah Iran secara resmi memberikan izin bagi 20 kapal komersial berbendera Pakistan untuk berlayar melintasi Selat Hormuz dengan jaminan keamanan.
Pengumuman krusial ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Pakistan, Ishaq Dar, menyusul kebuntuan logistik di jalur perdagangan minyak paling vital di dunia tersebut.
Advertisement
Ishaq Dar mengonfirmasi bahwa kesepakatan ini merupakan hasil diplomasi intensif antara kedua negara tetangga. "Saya hendak mengumumkan kabar baik bahwa pemerintah Iran telah mengizinkan 20 lagi kapal berbendera Pakistan untuk melintasi Selat Hormuz," tulis Ishaq melalui akun media sosial X miliknya, Minggu (29/3/2026).
Dalam skema teknis yang telah disepakati, Iran akan mengizinkan dua kapal untuk melintasi selat tersebut setiap harinya guna memastikan aliran komoditas tetap terjaga.
BACA JUGA
Keputusan Teheran ini dipandang sebagai langkah strategis untuk meredakan tensi panas yang menyelimuti kawasan Timur Tengah. Ishaq menekankan bahwa kebijakan Iran tersebut akan menjadi katalis penting dalam menguatkan upaya kolektif negara-negara Muslim untuk mewujudkan perdamaian regional.
Sebagaimana diketahui, stabilitas di Selat Hormuz sempat goyang menyusul eskalasi militer besar yang terjadi pada akhir Februari lalu.
Ketegangan memuncak pada 28 Februari 2026, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan secara langsung terhadap wilayah Iran.
Menanggapi agresi tersebut, Teheran membalas dengan menghujani wilayah Israel serta menargetkan sejumlah pangkalan militer Amerika yang tersebar di seantero Timur Tengah dengan rudal dan pesawat nirawak. Dampaknya, lalu lintas perkapalan di Selat Hormuz, yang merupakan rute kunci suplai minyak dan LPG global, sempat terhenti total.
Blokade de facto di selat tersebut telah memicu kepanikan pasar energi dunia yang berujung pada lonjakan harga bahan bakar di berbagai negara, termasuk Pakistan.
Dengan dibukanya kembali akses bagi kapal-kapal Pakistan, diharapkan tekanan ekonomi akibat gangguan rantai pasok energi dapat sedikit teratasi. Rangkaian izin ini juga memberikan harapan bagi negara-negara lain agar jalur pelayaran internasional tersebut segera kembali normal demi stabilitas ekonomi global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Wisatawan Lumajang Tersambar Petir, Satu Tewas di Pantai Bambang
- Gempa M 6,5 Guncang Maluku Barat Daya, Warga Berhamburan
- Iran Batasi Selat Hormuz, Ini Negara yang Diizinkan Melintas
- Kualitas Udara Jakarta Memburuk saat Arus Balik, Kategori Tidak Sehat
- Antrean Truk di Ketapang Mengular 12 Jam, Sopir Keluhkan Layanan
Advertisement
Libur Lebaran, Kendaraan ke Gunungkidul Naik 25 Persen
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja 29 Maret, Cek Waktu Berangkat
- Angin Kencang di Prambanan: Belasan Rumah Rusak dan Joglo Roboh
- Ansyari Lubis Minta PSS Sleman Tampil Maksimal Lawan Kendal Tornado
- Prancis Kucurkan Rp1,36 Triliun Hadapi Krisis Energi
- Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini, Minggu 29 Maret 2026: Tarif Rp8.000
- Akses Tol Jogja-Solo GT Purwomartani Ditutup Sementara, Ini Alasannya
- Red Notice Diajukan ke Interpol, Buru 2 Pelaku Pembunuhan WNA Belanda
Advertisement
Advertisement







