Advertisement
Ramadan Bikin Pengeluaran Naik, Begini Cara Mengelola Keuangan
Gambar Ilustrasi.ist
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda dalam kehidupan masyarakat. Selain menjadi momentum refleksi spiritual, bulan suci juga identik dengan meningkatnya aktivitas sosial dan ekonomi.
Berbagai kegiatan khas Ramadan, mulai dari persiapan sahur dan berbuka puasa, tradisi berbagi dengan sesama, hingga persiapan mudik dan Hari Raya, membuat dinamika konsumsi masyarakat meningkat dibandingkan bulan-bulan lainnya.
Advertisement
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan aktivitas ekonomi dan transaksi keuangan di Indonesia dapat meningkat sekitar 30–40% selama Ramadan. Kondisi ini dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan rumah tangga, kegiatan sosial, serta berbagai tradisi yang melekat pada bulan puasa.
Survei Snapcart pada 2025 juga menunjukkan sekitar 75% masyarakat memperkirakan pengeluaran mereka meningkat sepanjang Ramadan. Kebutuhan makanan, pakaian, serta persiapan Lebaran menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan belanja rumah tangga.
BACA JUGA
Selain konsumsi, tradisi sosial seperti berbuka puasa bersama dan ngabuburit juga tetap menjadi bagian penting dari Ramadan. Aktivitas tersebut tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor kuliner dan ritel.
Perubahan perilaku masyarakat juga terlihat dari meningkatnya penggunaan transaksi digital. Bank Indonesia mencatat volume transaksi QRIS selama Ramadan dan Idulfitri 2025 tumbuh hingga lebih dari dua kali lipat secara tahunan per pengguna.
Momentum Ramadan juga biasanya bertepatan dengan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR). Dana tambahan ini kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari tabungan, pembayaran zakat dan sedekah, hingga memenuhi kebutuhan konsumsi serta perjalanan mudik.
Kementerian Perhubungan mencatat sekitar 154 juta orang melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2025. Tingginya mobilitas tersebut menunjukkan bahwa Ramadan juga menjadi periode dengan pergerakan masyarakat yang sangat besar.
Kondisi ini membuat perencanaan keuangan menjadi semakin penting. Tanpa pengelolaan yang baik, peningkatan kebutuhan selama Ramadan berpotensi memengaruhi kondisi finansial setelah Lebaran.
Consumer Funding & Wealth Business Head Bank Danamon Indonesia, Ivan Jaya mengatakan Ramadan dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk menata kembali pengelolaan keuangan.
“Ramadan merupakan momen yang penuh keberkahan sekaligus kesempatan untuk memperkuat kebiasaan finansial yang lebih baik. Dengan perencanaan yang tepat, masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengelolaan pengeluaran secara bijak memungkinkan masyarakat tetap memenuhi berbagai kebutuhan selama Ramadan tanpa mengabaikan tujuan keuangan jangka panjang.
Dengan perencanaan yang matang, masyarakat dapat menyeimbangkan kebutuhan ibadah, konsumsi, serta rencana keuangan setelah Lebaran. Ramadan pun tidak hanya menjadi momen memperkuat spiritualitas dan kebersamaan, tetapi juga kesempatan membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gugatan Kalah, KPK Jebloskan Mantan Menag Yaqut ke Rutan Merah Putih
- Hashim Djojohadikusumo Akan Pimpin Satgas Pembiayaan Taman Nasional
- Kapal Thailand Diserang di Selat Hormuz hingga Terbakar
- Friderica Widyasari Sari Terpilih Ketua OJK 2026-2031
- Iran Minta Negara Arab Tunjukkan Lokasi Pasukan AS-Israel
Advertisement
Pemkot dan Polresta Jogja Perketat Pengamanan Libur Lebaran 2026
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Wisata Gunung Bromo Siap Sambut Wisatawan saat Libur Lebaran 2026
- Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 12 Maret 2026, Berangkat dari Stasiun Tugu
- Bupati Rejang Lebong Terima Suap Proyek PUPR Rp980 Juta Saat Ramadan
- Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 12 Maret, Berangkat dari Stasiun Palur
- Celios: Program Makan Bergizi Gratis Picu Inflasi Pangan
- Mobil Listrik Geely EX2 Resmi Mengaspal di Jogja, Ini Spesifikasinya
- Jadwal Imsakiyah Jogja Kamis 12 Maret 2026: Imsak 04.18 WIB
Advertisement
Advertisement







