Pilur Bantul 2026, Bupati Ingatkan Calon Lurah Hindari Politik Uang
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.
PNM mengelola 17 ton pakaian bekas menjadi peluang ekonomi baru bagi nasabah Mekaar lewat program RE3 FOR-E. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Persoalan limbah tekstil akibat tren fast fashion kini menjadi ancaman serius bagi lingkungan global. Menjawab tantangan tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menghadirkan gerakan ekonomi sirkular yang mengubah pakaian bekas menjadi peluang usaha baru bagi nasabah ultra mikro di berbagai daerah, termasuk DIY.
Berdasarkan data United Nations Environment Programme (UNEP), dunia memproduksi sekitar 92 juta ton limbah tekstil setiap tahun. Kondisi ini mendorong PNM meluncurkan program bertajuk RE3 FOR-E: Reduce, Re-love, Restyle for Environment, Economy, Empowerment, and Education sebagai bagian dari peringatan HUT ke-27 perusahaan.
Mengusung slogan “Dari yang Tak Terpakai, Ada Dampak yang Terus Tumbuh”, program tersebut mengajak seluruh insan PNM di Indonesia untuk mendonasikan pakaian layak pakai yang sudah tidak digunakan agar dapat diolah kembali menjadi barang bernilai manfaat.
Dari gerakan tersebut, PNM berhasil menghimpun sekitar 17 ton pakaian layak pakai dari berbagai wilayah operasional perusahaan di Indonesia. Menariknya, proses pengelolaan pakaian tidak dilakukan secara instan, melainkan melibatkan lebih dari 270 nasabah PNM Mekaar yang memiliki usaha jasa laundry.
Kolaborasi ini membuka tambahan penghasilan bagi pelaku usaha mikro sekaligus memastikan seluruh pakaian yang akan disalurkan berada dalam kondisi bersih dan layak digunakan. Setelah melalui proses pencucian dan penataan ulang, pakaian tersebut kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Program ini juga membawa pesan sosial melalui kampanye: “Setiap Baju yang Kamu Berikan, Menjadi Satu Harapan yang Mereka Lanjutkan.”
Tidak hanya bergerak di bidang lingkungan dan ekonomi, PNM turut memperluas dampak sosial program hingga sektor pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Donasi buku bacaan anak disalurkan ke Ruang Pintar PNM Cabang Yogyakarta yang berada di Kampung Madani Wukirsari, Bantul.
PNM Cabang Yogyakarta menegaskan bahwa program RE3 FOR-E tidak sekadar menjadi agenda seremonial pengumpulan barang bekas. Program tersebut diharapkan berkembang menjadi gerakan kolaboratif berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesadaran lingkungan, memperkuat ekonomi nasabah, sekaligus memperluas akses literasi anak-anak di wilayah pemberdayaan.
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh salah satu nasabah PNM Cabang Yogyakarta, Arum Widiastuti, yang menjalankan usaha laundry. Ia mengaku usahanya mendapatkan tambahan pesanan dalam jumlah besar setelah dilibatkan dalam program RE3 FOR-E.
“Saya sangat berterima kasih sama PNM, ya bersyukur juga karena bisa terlibat dalam programnya, kaget juga awalnya, tapi alhamdulillah tiba-tiba dapat orderan laundry sampai puluhan kilogram dalam satu waktu, terimakasih PNM,” ujarnya.
Melalui gerakan RE3 FOR-E, PNM ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pakaian yang sebelumnya tak terpakai kini berubah menjadi sumber manfaat baru, mulai dari bantuan sosial, tambahan omzet bagi pengusaha laundry, hingga dukungan literasi anak-anak melalui donasi buku bacaan di wilayah binaan perusahaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.
Rusia memperingatkan NATO bahwa aktivitas militer di sekitar Kaliningrad meningkatkan risiko konflik bersenjata langsung.
Dinsos PPPA Kulonprogo menemukan pensiunan ASN menerima bansos. Penerima yang tidak layak diminta sadar dan dapat diganti sesuai kondisi.
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
MK menyatakan permohonan hak mempertahankan nomor HP saat berganti operator atau MNP tidak dapat diterima karena dinilai kabur.
Disdik Sleman menyebut laporan SD Negeri Ledoknongko tidak mencantumkan siswa sebagai ABK, berbeda dengan informasi awal kepolisian.