Advertisement

Kemensos Usul Relawan Antar MBG untuk Lansia dan Disabilitas

Newswire
Sabtu, 28 Februari 2026 - 06:17 WIB
Sunartono
Kemensos Usul Relawan Antar MBG untuk Lansia dan Disabilitas Contoh menu Makan Bergizi Gratis, lengkap dengan susu kotak. - dok - Harian Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Sosial (Kemensos) mengusulkan pelibatan relawan sosial dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mengantarkan bantuan kepada lansia dan penyandang disabilitas. Usulan tersebut telah disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari penguatan distribusi manfaat di lapangan.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menjelaskan relawan Kemensos dinilai memiliki kapasitas untuk tidak hanya mengantarkan MBG, tetapi juga membantu perawatan lansia yang membutuhkan perhatian khusus.

Advertisement

"Kenapa kita libatkan relawan dari Kemensos untuk lansia, karena lansia itu usianya 75 tahun sehingga relawan nanti bisa mengantarkan MBG dan juga melakukan perawatan sebab sudah memiliki kapasitas di bidang tersebut," kata Saifullah Yusuf saat acara buka puasa bersama guru dan siswa sekolah rakyat di ICE BSD Tangerang, Jumat.

Gus Ipul, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa pelibatan relawan Kemensos dalam distribusi MBG untuk lansia dan penyandang disabilitas masih dalam tahap pematangan dan uji coba.

Pada tahun lalu, Kemensos telah melakukan uji coba dengan sasaran 100 ribu lansia dan 36 ribu penyandang disabilitas. Selanjutnya, dilakukan simulasi dengan target tahun ini menjangkau 300 ribu hingga 400 ribu penerima manfaat.

"Jadi semakin besar penerima manfaat MBG ini untuk kategori lansia dan penyandang disabilitas," ujarnya.

Terkait pendataan penerima Makan Bergizi Gratis (MBG), Mensos menyampaikan bahwa BGN nantinya akan dibantu pemerintah daerah dalam menentukan kriteria penerima. Wali kota maupun bupati di setiap kabupaten/kota akan berperan memastikan data penerima sesuai kategori.

Langkah tersebut ditempuh agar program MBG benar-benar tepat sasaran, khususnya bagi lansia dan penyandang disabilitas yang membutuhkan dukungan gizi tambahan.

"Kita sudah dua kali koordinasi dengan Prof Dadan mengenai program ini. Jadi ada transformasi mengenai pemberian MBG kepada lansia dan penyandang disabilitas," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Kisah Aldi Satya Mahendra Ukir Sejarah di WorldSSP Australia 2026

Kisah Aldi Satya Mahendra Ukir Sejarah di WorldSSP Australia 2026

Bantul
| Sabtu, 28 Februari 2026, 08:37 WIB

Advertisement

Korea Selatan Beri Bebas Visa Grup bagi Turis Indonesia

Korea Selatan Beri Bebas Visa Grup bagi Turis Indonesia

Wisata
| Kamis, 26 Februari 2026, 20:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement