Advertisement
11 Bandara Perintis Papua Ditutup, Imbas Penembakan Pilot
Ilustrasi. - freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Sebanyak 11 bandara perintis Papua resmi ditutup sementara menyusul insiden penembakan pilot dan kopilot pesawat perintis. Kebijakan ini ditegaskan sebagai langkah preventif untuk menjamin keselamatan penerbangan perintis di wilayah rawan.
Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan keputusan tersebut diambil setelah evaluasi keamanan di sejumlah bandara dinilai belum memadai.
Advertisement
"Salah satu sikap atau tindakan preventif kami sekarang ini adalah dengan menutup beberapa bandara yang kami rasakan belum cukup memadai keamanannya, sehingga dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," kata Menhub.
Penutupan 11 bandara dan lapangan terbang perintis itu dilakukan sebagai respons atas penembakan pesawat milik Smart Cakrawala Aviation yang mengakibatkan pilot dan kopilot meninggal dunia. Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius pemerintah dalam menjaga keselamatan penerbangan perintis Papua.
Menurut Dudy, bandara-bandara yang ditutup dinilai memiliki tingkat pengamanan yang belum memadai sehingga berpotensi menimbulkan risiko bagi awak pesawat maupun penumpang.
Ia menambahkan, Kementerian Perhubungan telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan kondisi keamanan di sekitar bandara dapat dikelola optimal, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP).
"Khususnya yang berada di daerah 3TP sebagaimana yang terjadi pada beberapa waktu yang lalu di Papua (penembakan pilot dan kopilot), kami telah melakukan koordinasi dengan stakeholder," ujarnya.
Koordinasi tersebut melibatkan aparat dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk menjaga stabilitas wilayah dan mendukung pemulihan aktivitas transportasi udara secara bertahap.
"Kami melakukan koordinasi dengan TNI dan Polri untuk memastikan keamanan yang ada di bandara itu bisa kita kelola dengan sebaik-baiknya," kata Menhub.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menegaskan operator yang menghentikan penerbangan perintis di Papua atas pertimbangan keamanan tidak akan dikenakan sanksi.
"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan operator yang menghentikan penerbangan, karena alasan keamanan tidak akan dikenakan sanksi," kata Lukman.
Ia menjelaskan penerbangan perintis tetap dapat dijalankan sepanjang kondisi keamanan bandara tujuan dinyatakan aman. Operator diberikan kewenangan penuh untuk melakukan penilaian keamanan serta memutuskan keberlanjutan operasional demi keselamatan.
Insiden penembakan pesawat Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation pada rute Tanah Merah (TMH)–Danawage/Koroway Batu (DNW) pada 11 Februari 2026 menjadi atensi utama Kemenhub. Dalam kejadian di Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan tersebut, pilot dan kopilot pesawat perintis diduga meninggal dunia akibat ditembak.
Sebagai langkah antisipasi lanjutan, Ditjen Perhubungan Udara menghentikan sementara operasional di 11 bandara/satuan pelayanan (satpel) atau lapangan terbang (lapter) rawan keamanan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Ke-11 bandara perintis itu meliputi Satpel Koroway Batu, Bandara Bomakia, Satpel Yaniruma, Satpel Manggelum, Lapter Kapiraya, Lapter Iwur, Lapter Faowi, Lapter Dagai, Lapter Aboy, Lapter Teraplu, dan Lapter Beoga.
“Kegiatan operasional pada bandara-bandara tersebut akan dibuka kembali setelah mendapat pengamanan dari aparat TNI/Polri dan kondisi keamanan dinyatakan kondusif serta memenuhi standar keselamatan penerbangan,” kata Lukman.
Selain itu, terdapat lima bandara dengan status rawan terkendali karena telah mendapat pengamanan aparat TNI/Polri sehingga operasional penerbangan masih dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan dinamika situasi daerah.
Kelima bandara tersebut yakni Bandara Kiwirok, Bandara Moanamani, Satpel Sinak di Ilaga, Satpel Agandugume di Ilaga, dan Bandara Illu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 18 Februari 2026
- Galatasaray Comeback, Juventus Tumbang 5-2
- Operasi Keselamatan Progo 2026: Tilang di DIY Turun 67 Persen
- Jadwal KA Bandara YIA Reguler dan Xpress Rabu 18 Februari 2026
- Bus DAMRI Jogja-YIA, Cek Jadwal Lengkap 18 Februari 2026
- Jadwal Bus Sinar Jaya Rute Jogja-Parangtritis dan Baron, 18 Februari
- Cuaca DIY Rabu 18 Februari 2026: Sebagian Besar Hujan Petir
Advertisement
Advertisement







