Advertisement

Presiden Koreksi Desain IKN: Atasi Panas dan Risiko Karhutla

Newswire
Jum'at, 16 Januari 2026 - 05:37 WIB
Abdul Hamied Razak
Presiden Koreksi Desain IKN: Atasi Panas dan Risiko Karhutla Suasana Istana Negara dan Istana Garuda terlihat dari kawasan Sumbu Kebangsaan IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Minggu (28/7/2024). Sumbu Kebangsaan merupakan ruang terbuka di IKN yang menjadi simbol hubungan harmonis antar alam, manusia, dan nilai luhur kebudayaan. Antara - Hafidz Mubarak A

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden RI Prabowo Subianto memberikan arahan baru terkait penataan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam kunjungan kerjanya baru-baru ini, Prabowo meminta desain sejumlah kawasan di IKN disesuaikan dengan kebutuhan iklim Kalimantan Timur yang cenderung panas serta rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden menilai aspek fungsi harus berjalan beriringan dengan estetika. Salah satu instruksi yang disampaikan adalah perlunya menambah embung di beberapa titik.

Advertisement

“Desain dan fungsinya harus benar-benar diperhatikan. Di sana cuacanya panas dan kawasan hutannya juga berpotensi menimbulkan kebakaran. Embung menjadi salah satu elemen penting,” ujar Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Selain penataan kawasan, Prasetyo mengungkapkan Prabowo juga meminta peningkatan sistem deteksi dini karhutla. Kepala OIKN Basuki Hadimuljono telah melaporkan pemasangan sensor panas di sejumlah area, namun Presiden meminta teknologi tersebut terus diuji dan disempurnakan.

“Sudah ada beberapa metode deteksi yang dipasang, tetapi Presiden ingin pengujiannya dilakukan terus-menerus,” ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah di Malang, Prasetyo yang juga menjadi Juru Bicara Presiden mengatakan pemerintah menargetkan IKN sebagai Ibu Kota Politik dapat berfungsi penuh pada 2028. Karena itu, Prabowo meminta OIKN dan Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat penyelesaian fasilitas vital untuk lembaga legislatif dan yudikatif.

“Beliau tadi malam meninjau langsung progres pembangunan. Ada beberapa catatan yang harus diperbaiki, terutama terkait desain dan fungsi,” kata Prasetyo.

Ia menegaskan instruksi Presiden bersifat korektif agar pembangunan IKN berjalan lebih presisi dan menjawab tantangan lingkungan di Kalimantan Timur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jadwal KRL Jogja Solo, Jumat 16 Januari 2026

Jadwal KRL Jogja Solo, Jumat 16 Januari 2026

Jogja
| Jum'at, 16 Januari 2026, 07:07 WIB

Advertisement

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Wisata
| Selasa, 13 Januari 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement