Advertisement

Stok Menumpuk, Impor Beras dan Gula Dipastikan Nihil pada 2026

Rika Anggraeni
Jum'at, 02 Januari 2026 - 15:37 WIB
Abdul Hamied Razak
Stok Menumpuk, Impor Beras dan Gula Dipastikan Nihil pada 2026 Ilustrasi beras di pasar tradisional. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah memastikan tidak akan melakukan impor beras dan gula konsumsi sepanjang 2026. Keputusan ini diambil seiring masih kuatnya stok sisa 2025 (carry over stock) serta proyeksi produksi nasional yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.

Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2026 yang disusun Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama kementerian dan lembaga terkait, sejumlah komoditas pangan strategis berada dalam kondisi surplus dan aman tanpa tambahan pasokan dari luar negeri.

Advertisement

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan pemerintah telah memutuskan tidak membuka keran impor untuk beras, gula konsumsi, maupun jagung pakan pada 2026.

“Ketersediaan stok dan produksi secara nasional dipastikan telah kuat dan mampu memenuhi konsumsi masyarakat,” kata Ketut dalam keterangan tertulis, Kamis (1/1/2026).

Untuk komoditas beras, carry over stock dari 2025 ke 2026 tercatat mencapai 12,53 juta ton. Jumlah tersebut termasuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog sebesar 3,25 juta ton per 31 Desember 2025.

Dengan asumsi kebutuhan konsumsi nasional sekitar 2,59 juta ton per bulan, stok beras tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan hampir lima bulan di awal 2026, hingga memasuki masa panen berikutnya. Sementara itu, produksi beras nasional pada 2026 diproyeksikan mencapai 34,7 juta ton, sehingga stok akhir tahun diperkirakan menguat ke level 16,19 juta ton.

“Dengan kondisi tersebut, impor beras dipastikan nihil. Ekspor pun sangat terbatas, diproyeksikan sekitar 71 ton,” ujarnya.

Selain beras, komoditas jagung juga berada dalam kondisi surplus. Carry over stock jagung ke 2026 tercatat sebesar 4,5 juta ton, yang mampu mencukupi hampir tiga bulan kebutuhan konsumsi bulanan. Dengan estimasi produksi mencapai 18 juta ton sepanjang 2026, stok akhir tahun jagung diproyeksikan berada di kisaran 4,58 juta ton.

Pemerintah bahkan membuka peluang ekspor jagung sekitar 52,9 ribu ton, tanpa rencana impor jagung pakan, benih, maupun kebutuhan rumah tangga.

Sementara itu, stok gula konsumsi juga dinilai aman. Carry over stock gula konsumsi ke 2026 diperkirakan mencapai 1,43 juta ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga enam bulan dengan asumsi konsumsi bulanan 236,4 ribu ton. Produksi gula nasional pada 2026 diproyeksikan mencapai 2,72 juta ton, dengan stok akhir tahun sekitar 1,32 juta ton. Pemerintah pun memutuskan tidak membuka impor gula konsumsi sepanjang 2026.

Ketut menambahkan, kemandirian pangan nasional juga tercermin pada sejumlah komoditas hortikultura dan peternakan yang dalam beberapa tahun terakhir tidak lagi membutuhkan impor.

“Jangan lupa, dalam beberapa tahun terakhir Indonesia sudah tidak membutuhkan impor untuk kebutuhan konsumsi bawang merah, cabai, telur ayam ras, dan daging ayam. Indonesia telah sufficient. Produksi petani dan peternak kita mumpuni,” tuturnya.

Bapanas mencatat produksi bawang merah nasional pada 2025 diperkirakan mencapai 1,39 juta ton, melampaui kebutuhan konsumsi tahunan sebesar 1,23 juta ton. Produksi cabai besar dan cabai rawit masing-masing mencapai 1,609 juta ton dan 1,744 juta ton, jauh di atas kebutuhan konsumsi nasional.

Surplus juga terjadi pada komoditas peternakan. Produksi telur ayam ras pada 2025 diperkirakan mencapai 6,53 juta ton, sedikit di atas kebutuhan konsumsi 6,48 juta ton. Sementara produksi daging ayam ras mencapai 4,28 juta ton, dengan konsumsi nasional sekitar 4,13 juta ton.

Kondisi tersebut menegaskan optimisme pemerintah terhadap ketahanan pangan nasional pada 2026, sekaligus menjadi sinyal kuat penguatan produksi dalam negeri dan perlindungan terhadap petani serta peternak lokal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

PAD Wisata Gunungkidul 2025 Meleset, Kebocoran Jadi Sorotan

PAD Wisata Gunungkidul 2025 Meleset, Kebocoran Jadi Sorotan

Gunungkidul
| Jum'at, 02 Januari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Tiket Museum Nasional Disesuaikan, Lansia hingga Yatim Gratis

Tiket Museum Nasional Disesuaikan, Lansia hingga Yatim Gratis

Wisata
| Kamis, 01 Januari 2026, 13:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement