Advertisement
Ramai Bupati Aceh Selatan Umrah saat Bencana Melanda
Kondisi banjir di Desa Pasi Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Hingga Jumat (28/11/2025), sebanyak 3.866 jiwa atau 2.652 kepala keluarga (KK) yang tersebar di delapan kecamatan di kabupaten setempat terdampak banjir dengan ketinggian air berkisar antara 1 meter hingga 1,5 meter. ANTARA - ist/BPBD Aceh Barat\\r\\n\\r\\n
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Keputusan Bupati Aceh Selatan Mirwan MS berangkat umrah ketika wilayahnya dilanda banjir dan longsor menuai sorotan luas dari warganet dan masyarakat.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf menolak permohonan izin perjalanan tersebut karena daerah sedang berada dalam masa darurat bencana. Ia meminta seluruh pejabat fokus menangani dampak siklon tropis yang memicu kerusakan di berbagai kabupaten.
Advertisement
Meski begitu, Pemkab Aceh Selatan menyebut bupati telah memastikan penanganan korban selesai sebelum keberangkatan. Pernyataan itu belum meredakan kritik karena banyak pihak menilai pejabat seharusnya tetap berada di daerah saat krisis.
"Tidak saya teken [surat izinnya] walaupun Mendagri teken ya sudah, terserah," kata Gubernur Aceh Muzakir Manaf di Banda Aceh, Jumat (5/12/2025).
Sebelumnya, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS beserta istri telah berangkat umrah sejak Selasa (2/12/2025). Keberangkatan tersebut menuai kritikan mengingat Aceh sedang dilanda bencana, termasuk di kabupaten yang dipimpinnya.
Mualem mengingatkan semua pejabat di Aceh untuk tidak bepergian dahulu selama masa tanggap darurat bencana hidrometeorologi yang sedang dilanda Aceh.
"Untuk sementara waktu jangan pergi, dia [Bupati Aceh Selatan] pergi juga terserah," katanya.
Pemkab Aceh Selatan menjelaskan keberangkatan umrah Bupati Aceh Selatan bersama istri setelah berjibaku di lapangan memastikan setiap penanganan terhadap korban bencana.
"Keberangkatan bupati beserta istri dilakukan setelah melihat situasi Aceh Selatan secara umum yang sudah stabil dan korban bencana tertangani dengan baik," kata Pelaksana Tugas Sekda Aceh Selatan Diva Samudra Putra.
Bupati bersama istri melaksanakan umrah sejak Selasa (2/12). Keberangkatan kepala daerah tersebut setelah menyalurkan bantuan kepada korban bencana di Trumon Raya.
Dia membantah narasi yang menyebutkan bahwa Bupati Aceh Selatan Mirwan MS meninggalkan masyarakatnya saat bencana masih berlangsung.
"Narasi tersebut tidak benar, korban bencana yang mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing. Ini bukti soliditas semua pihak dalam penanganan banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Selatan," ujarnya.
Dilansir Antara, Pemerintah Aceh pada 24 November 2025, Bupati Aceh Selatan mengajukan permohonan izin perjalanan luar negeri dengan alasan penting kepada Gubernur Aceh.
Atas dasar pertimbangan Aceh sedang dilanda bencana alam akibat siklon tropis, Gubernur Aceh telah menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi 2025 Aceh. Pada 28 November 2025, gubernur menyampaikan balasan tertulis bahwa permohonan tersebut tidak dapat dikabulkan atau ditolak.
Secara khusus, Aceh Selatan salah satu kabupaten terdampak parah bencana saat ini, sedangkan bupati telah menetapkan status tanggap darurat penanganan bencana banjir dan tanah longsor di daerah setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Polisi Tangkap Rombongan Pelajar Ugal-ugalan di Jalan Palagan Sleman
- Ledakan Keras di Masjid Jember Saat Tarawih, 1 Jemaah Dilarikan ke RS
- Brentford Gagal Menang, Wolves Curi Satu Poin di Gtech Community
- Prakiraan Cuaca DIY Selasa 17 Maret 2026: Dominasi Berawan dan Hujan
- Fiorentina Hajar Cremonese 4-1, La Viola Menjauh dari Zona Merah
- Aksi Gotong Royong Pakualaman Bersihkan Rumput Liar dan Sampah Trotoar
- Pemerintah Siapkan Strategi Hadapi Investigasi Perdagangan AS
Advertisement
Advertisement









