Advertisement
Profil Ratu Maxima yang Sedang Berkunjung ke Indonesia
Ratu Mxima - Instagram
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Ratu Belanda Máxima melakukan kunjungan kerja ke Indonesia pada 24–27 November 2025. Selama berada di Indonesia, Ratu Máxima akan mengikuti sejumlah agenda strategis yang berfokus pada penguatan inklusi keuangan dan peningkatan kesehatan finansial masyarakat.
Berikut profil Ratu Máxima
Advertisement
Berdasarkan laman resmi Royal House of the Netherlands, Ratu Máxima lahir di Buenos Aires, Argentina, pada 17 Mei 1971 dengan nama Máxima Zorreguieta. Ia merupakan putri dari pasangan Jorge Horacio Zorreguieta dan Maria del Carmen Cerruti de Zorreguieta.
Ratu Máxima menyelesaikan pendidikan menengah di Northlands School pada tahun 1988, kemudian melanjutkan studi ekonomi di Universidad Católica Argentina dan lulus pada 1995.
BACA JUGA
Pada 30 Maret 2001, Pangeran Willem-Alexander dan Máxima resmi bertunangan. Keduanya kemudian menikah secara sipil pada 2 Februari 2002. Dari pernikahannya, pasangan kerajaan ini dikaruniai tiga putri yakni Putri Catharina-Amalia (lahir 7 Desember 2003), menyandang gelar Putri Oranye, Putri Alexia (lahir 26 Juni 2005) dan Putri Ariane (lahir 10 April 2007).
Setelah Willem-Alexander naik takhta menjadi Raja Belanda pada 30 April 2013, Máxima resmi menyandang gelar Ratu Belanda.
Sebelum bergabung dengan keluarga kerajaan, Ratu Máxima memiliki karier profesional yang sukses di sektor keuangan. Ia pernah bekerja di Buenos Aires, New York, dan Brussel di berbagai perusahaan dan lembaga perbankan terkemuka.
Setelah masuk ke lingkungan Kerajaan Belanda pada 2002, ia mengemban berbagai tugas penting seperti Anggota Dewan Negara, Ketua Kehormatan Platform Money Wise, Anggota Komite Perusahaan Belanda dan Ketua Kehormatan SchuldenlabNL—lembaga kemitraan publik-swasta yang fokus pada penanganan masalah utang di Belanda.
Di kancah internasional, Ratu Máxima kini mengemban peran sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health. Peran baru ini merupakan perpanjangan dari tugas sebelumnya sebagai Advokat Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Keuangan Inklusif untuk Pembangunan yang diemban sejak September 2009 hingga September 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Tebing Tanjakan Clongop Longsor Lagi, Akses Gunungkidul-Klaten Putus
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
- Kementerian Pertahanan Pastikan Pemberlakuan WFH Karyawan
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
Advertisement
Advertisement







