Advertisement
Kemenkes Gandeng Psikolog Bantu Pulihkan Trauma Siswa SMA 72
Dua personel Gegana Brimob Polda Metro Jaya berjaga di tempat terjadinya ledakan di SMAN 72 Jakarta, Jakarta, Jumat (7/11/2025). Polda Metro Jaya menyebutkan sebanyak 55 orang mengalami luka-luka dalam ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, pada Jumat siang. ANTARA FOTO/Ika Maryani. Antara - Ika Maryani
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Setelah terjadinya ledakan di SMA 72 Jakarta, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bekerja sama dengan Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia memberikan pendampingan dan konseling bagi siswa serta keluarga korban untuk memulihkan trauma.
"Kami juga sudah bicara dengan teman-teman dari IPK Indonesia, Ikatan Psikolog Klinis Indonesia. Mereka juga sudah siap untuk membantu teman-teman Dinkes untuk bisa memberikan konseling," kata Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi di Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Advertisement
Dia menyebutkan konseling tidak hanya diberikan kepada korban, namun juga keluarga korban, mengingat kejadian tersebut begitu traumatis.
"Mungkin bukan hanya keluarga lho. Anak-anak yang sekolah di situ jadi takut kan. Takut masuk. Takut nanti mau shalat Jumat di situ ada yang bom lagi. Jadi memang ini tidak gampang," kata Imran.
BACA JUGA
Imran mengatakan pihaknya juga akan berdiskusi dengan pihak terkait di lapangan, serta menghubungi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) untuk membantu mengkoordinasikan upaya konseling tersebut.
Terlebih, katanya, pada Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HJKS), Kemenko PMK telah meluncurkan Tim Pembinaan Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM), yang salah satu tugasnya adalah melihat masalah kesehatan jiwa secara holistik dan menyelesaikannya secara kolaboratif.
Sebelumnya, insiden ledakan terjadi di lingkungan SMAN 72 Jakarta yang berlokasi di kompleks Kodamar TNI Angkatan Laut, Kelapa Gading, pada Jumat (7/11) sekitar pukul 12.15 WIB.
Berdasarkan keterangan saksi, ledakan pertama terdengar saat khotbah Jumat tengah berlangsung, disusul ledakan kedua dari arah berbeda.
Peristiwa tersebut mengakibatkan puluhan korban mengalami luka bakar dan luka akibat serpihan, serta menimbulkan kepanikan di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.
Dari hasil penyelidikan awal, pelaku diduga merupakan salah satu siswa sekolah tersebut. Sejumlah pihak juga mengungkapkan bahwa pelaku sebelumnya sempat mengalami tindakan perundungan di sekolah.
Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kepekaan terhadap kesehatan mental anak-anak didik dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman.
"Saya titip, untuk kita semua saling menjaga, saling peka, dan juga saling mengingatkan agar kejadian-kejadian yang terjadi kemarin di salah satu SMA di Jakarta tidak terulang kembali," katanya.
Menurut Wapres Gibran, perhatian terhadap tumbuh kembang anak tidak hanya terbatas pada asupan gizi dan kesehatan tubuh, tetapi juga harus mencakup aspek psikologis dan lingkungan sosial mereka.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jadwal SIM Keliling di Sleman Senin 16 Februari 2026, Cek Lokasinya
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Real Madrid Gusur Barcelona, Seusai Kalahkan Real Sociedad
- Polemik Wakaf Memanas, Randy Permana Tantang Taqy Malik Tabayyun
- Bus DAMRI Jogja-YIA, Cek Jadwal Lengkap 15 Februari 2026
- Menang atas Salford, Pep Guardiola Kritik Permainan Manchester City
- Liverpool Singkirkan Brighton 3-0, Lolos ke Babak Kelima Piala FA
- Jadwal Bus Sinar Jaya Rute Jogja-Parangtritis dan Baron, Minggu 15 Feb
- Kim Ju Ae Resmi Disiapkan Jadi Pewaris Kim Jong Un
Advertisement
Advertisement







