Advertisement
Investor Baterai China Bangun Pabrik di KEK Industropolis Batang
Foto ilustrasi baterai mobil / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, SEMARANG—Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang atau Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) menerima investor baru, PT LBM Energi Baru Indonesia Batang, pabrikan Lithium Iron Phosphate (LFP) asal China. Nilai investasinya mencapai Rp1,5 triliun.
"Kehadiran LBM di KEK Industropolis Batang adalah bukti nyata bahwa kawasan ini dipercaya oleh pemain global kelas dunia. Kami bangga Batang kini menjadi bagian penting dari rantai pasok energi baru dunia, sekaligus membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional," ujar Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Ngurah Wirawan, Kamis (11/9/2025).
Advertisement
BACA JUGA: Purbaya Siapkan Kenaikan Anggaran Transfer ke Daerah
Ngurah menjelaskan PT LBM Energi Baru Indonesia Batang akan menempati lahan seluas 31,72 Hektare (Ha) yang dibagi ke dalam tiga fase pengembangan. Nantinya, proyek investasi ini diproyeksikan bakal menyerap hingga 1.000 tenaga kerja yang mengisi pos-pos produksi dan pengembangan.
PT LBM Energi Baru Indonesia Batang memang berencana untuk mengembangkan fasilitas produksi serta pusat riset dan pengembangan (Research & Development/R&D) di Kabupaten Batang. Sebelumnya, perusahaan itu sudah lebih dulu beroperasi di KEK Kendal.
Di Kabupaten Batang, PT LBM Energi Baru Indonesia Batang akan memproduksi 150.000 ton LFP dan 150.000 ton FP per tahun, dengan tujuan utama pasar mancanegara.
Ngurah menyebut kehadiran perusahaan itu bakal mendorong inovasi pengembangan baterai dalam negeri yang pada akhirnya menjadi penopang ekosistem kendaraan listrik, kapal listrik, motor listrik, hingga sistem penyimpanan energi masa depan.
Washington Feng, Chief Executive Officer PT LBM Energi Baru Indonesia Batang, menjelaskan bahwa fasilitas KEK dan keringanan fiskal menjadi alasan perusahaan itu melakukan ekspansi ke Kabupaten Batang.
"Ditambah di sini ada pelabuhan yang bisa mendukung aktivitas ekspor-impor kami ke depan. Fasilitas di sini juga cukup lengkap untuk mendorong proses produksi dan yang jelas cost-nya lebih kecil," ujarnya.
Feng menjelaskan bahwa pihaknya siap untuk memberikan pelatihan bagi pekerja lokal. Pelatihan akan difokuskan dalam bentuk praktik di lapangan. PT LBM Energi Baru Indonesia Batang menargetkan fasilitas R&D di KEK Industropolis Batang bisa menelurkan 100 hak paten untuk teknologi LFP di Indonesia.
BACA JUGA: Prabowo Targetkan 500 Sekolah Rakyat untuk Anak dari Keluarga Termiskin
"Ke depan, kami juga akan bekerja sama dengan beberapa kampus dari mulai riset, produksi, dan penjualan di Indonesia," katanya.`
Sebagai informasi, PT LBM Energi Baru Indonesia sudah lebih dulu berdiri di KEK Kendal pada 2024 silam. Di lokasi pertama, perusahaan itu fokus untuk memproduksi katoda LFP. PT LBM Energi Baru Indonesia sendiri merupakan hasil kerja sama antara Indonesia Investment Authority (INA) dengan Changzhou Liyuan, pabrikan baterai asal China.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Pemkot Jogja Kaji WFH Bagi ASN Guna Tekan Biaya Operasional Kendaraan
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Dua Perahu Kandas Beruntun di Pantai Depok Bantul Empat Selamat
- Ketegangan Teluk Memanas, Iran Serukan Aliansi Baru
- UMKM Jadi Mesin Perputaran Uang Saat Libur Lebaran di Sleman
- Pembangunan Ratusan Sekolah Rakyat Dikebut, Ditarget Kelar Juli 2026
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Teh Bisa Kehilangan Manfaat Jika Dicampur Ini
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
Advertisement
Advertisement







