Advertisement
ASSA 2025 Jadi Kompetisi Teknologi Bagi Pelajar, Guru hingga Dosen

Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Acer Smart School Awards (ASSA) 2025 kembali digelar dengan memperluas cakupan peserta dari kalangan perguruan tinggi setelah tahun sebelumnya jenjang sekolah dasar dan menengah. Pemberian penghargaan ini diberikan kepada peserta yang telah melalui program berskala nasional untuk mendorong percepatan transformasi digital pendidikan di Indonesia.
ASSA hadir sebagai gerakan nasional untuk mengapresiasi sekolah, madrasah, serta para pendidik kreatif. Selama empat tahun, program ini telah menjadi panggung penghargaan yang menginspirasi banyak sekolah dan guru di seluruh Indonesia. Pada 2025 diperluas hingga jenjang pendidikan tinggi dengan menambahkan kategori School of The Year Award untuk perguruan tinggi serta Dosen Kreatif Award.
Advertisement
"Perluasan ini semakin mempertegas komitmen kami untuk menghadirkan inovasi pendidikan berbasis teknologi bagi seluruh jenjang pendidikan. ASSA telah menjadi wadah yang memfasilitasi percepatan transfer pengetahuan dan adopsi teknologi pembelajaran di sekolah," kata Leny Ng, President Director Acer Indonesia Rabu (27/8/2025).
BACA JUGA: Blockchain Berpotensi Diterapkan di Kampus, Ini Penjelasan Pakar
Ia menambahkan pada tahun sebelumnya, ASSA mencatat lebih dari 6.800 pendaftar dari seluruh Indonesia. Hal itu menunjukkan tingginya antusiasme pelaku pendidikan terhadap inovasi dan transformasi digital.ASSA juga dirancang untuk meningkatkan kapasitas guru, dosen dan siswa melalui proses pendampingan dan pembekalan di platform Acer Smart School Academy.
Dengan rangkaian workshop, kelas daring, hingga sesi bersama pakar, peserta didorong untuk menguasai praktik penggunaan perangkat digital, manajemen kelas berbasis teknologi, serta strategi pembelajaran yang lebih efektif. "Kami mengajak pendidik dari berbagai jenjang untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan berkontribusi dalam memajukan pendidikan nasional. Pendaftaran ASSA 2025 dibuka mulai 27 Agustus hingga 31 Oktober 2025," katanya.
Pihaknya mendorong pendidik untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang mampu menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, kemampuan reflektif, dan pemahaman konseptual yang lebih mendalam. "Kami berupaya menghadirkan ruang dialog yang inklusif serta menginspirasi pemangku kepentingan untuk mengadopsi teknologi secara strategis dan berkelanjutan.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Marak Keracunan Menu MBG, Begini Respons SPPG di Kulonprogo
Advertisement

Kebun Bunga Lor JEC Jadi Destinasi Wisata Baru di Banguntapan Bantul
Advertisement
Berita Populer
- Asosiasi Ojol Tuntut Kapolri Tanggung Jawab Atas Meninggalnya Affan Kurniawan
- Biaya Perawatan 38 Korban Luka Demo Ditanggung Pemprov DKI
- Affan Kurniawan Meninggal, Grab dan Gojek Ubah Logo Jadi Hitam
- Demonstran di Mako Brimob Minta Pelaku Penabrak Ojol Diproses Transparan
- Ini Pernyataan Prabowo Soal Insiden Pengemudi Ojol Dilindas Rantis Brimob
- Represi Aparat dan Gagalnya Transformasi Polri di Tengah Bebalnya Elite Politik
- Prabowo Ingatkan Warga Tak Terprovokasi Kelompok Pemicu Huru-Hara
Advertisement
Advertisement