Bang Bang, Hadirkan Kartu Debit Edisi Khusus dan Beragam Benefit bagi Nasabah
BRI Junio berkolaborasi dengan Mobile Legends: Bang Bang menghadirkan kartu debit edisi khusus, cashback, dan berbagai benefit untuk nasabah hingga Desember 202
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto (ketiga dari kanan) saat panen raya padi di Kelurahan Rejowinangun Jogja, Minggu (3/8/2025)
Harianjogja.com, JOGJA - Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto merasa kagum melihat lahan pertanian di tengah kota Jogja. Selain itu ia juga mengapresiasi warga Jogja yang memanfaatkan pekarangan dan lorong jalan yang dipenuhi dengan tanaman sayuran.
Hal itu disampaikan Titiek Soeharto saat panen raya padi di lahan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sinta Mina di Kelurahan Rejowinangun, Kemantren Kotagede, Jogja, Minggu (3/8/2025) lalu. Selain di Rejowinangun, Titiek juga panen bersama Kelompok Tani Sawah Kotagede di lahan saah KT Retno Makmur.
“Luar biasa di perkotaan kota Jogja masih ada persawahan dan warga masih memanfaatkan lahan pekarangan dengan tanaman sayuran. Ini memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan,” kata Titiek dalam keterangannya.
Titik berharap dengan panen bersama ini dapat membangkitkan sektor pertanian tanaman pangan khususnya di perkotaan yang semakin berkurang akibat alih fungsi lahan sehingga dapat mendorong program pemerintah untuk swasembada pangan, khususnya beras.
Ketua Pokdarwis Rejowinangun, Didik Rahmanto mengatakan kedatangan Ketua Komisi IV DPR Ri itu semakin menambah semangat para petani khususnya kelompok wanita tani untuk terus menanam tanaman sayuran meski di lahan terbatas.
Sebelum mulai panen raya dilakukan tradisi wiwitan dengan penampilan berbagai kesenian, pemotongan tumpeng dan pembagian sego wiwit kepada masyarakat yang hadir dalam acara panen raya ini dan doa bersama.
BACA JUGA: Pemda DIY Diminta Antisipasi Risiko Overtourism Setelah Tol Prambanan-Klaten Dibuka
Menurut Didik, tradisi wiwitan sudah dilakukan turun temurun yang biasanya digelar selama tiga hari dengan gelar budaya dan bazar UMKM. “Saat ini tradisi wiwitan digelar sederhana,” katanya.
Didik mengatakan ada tiga titik lahan pertanian padi di Rejowinangun yang masing-masing titik luasnya sekitar 3000 meter. Selain itu warga Rejowinangun juga memanfaatkan lorong, pekarangan rumah dengan tanaman sayuran.
“Bu Titiek kemarin sempat kaget di tengah kota di lahan terbatas masih ada lahan pertanian. Beliau juga mengapresiasi pemanfaatan pekarangan untuk tanaman sayuran,” ucapnya.
Didik yang juga menjabat sebagai Forum Pokdarwis se-Kota Jogja ini mengatakan di Rejowinangun lahan terbatas sehingga harus memanfaatkan pekarangan dan lorong jalan untuk tanaman sayuran. Dengan demikian potensi wisata di Rejowinangun juga tidak jauh dari pertanian, seperti edukasi membuat media dan penanaman dan perawatan sampai panen.
Kemudian edukasi kerajinan kulit dan blankon, dan edukasi pemberdayaan masyarakat. “Dan memanfaatkan tembok yang tumbuh dengan sayuran =hanya di rejowinangun, lorong lorong sayur tembok gunakan wall planter bag,” tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut Titik juga menjaring aspirasi dari warga di Pendopo Kelurahan Rejowinangun terkait kebutuhan warga dalam kaitannya pertanian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BRI Junio berkolaborasi dengan Mobile Legends: Bang Bang menghadirkan kartu debit edisi khusus, cashback, dan berbagai benefit untuk nasabah hingga Desember 202
Berita politik sepekan mencakup rapat Prabowo soal karhutla, strategi fiskal menjaga harga BBM, sidang kabinet, KDM, dan insentif daerah 2027.
Film Peluru Senja: The Ghost and The Gun diproduksi di Bali dengan 14 set yang menggambarkan Malaysia pada 1948.
MALIQ & D’Essentials merilis Arah Labuh sebagai pembuka album kesepuluh yang dijadwalkan meluncur November 2026, dengan sejumlah kolaborasi baru.
Dino Patti Djalal mendesak OJK membenahi saham gorengan saat sorotan MSCI terhadap pasar modal Indonesia turut diikuti aliran modal asing keluar.
Topan Champi menerjang Taiwan pada 23 Oktober 2026, menyebabkan hampir 150 ribu rumah terdampak listrik, korban jiwa, dan ratusan penerbangan batal.