Advertisement
Presiden Prancis Emmanuel Macron Tak Setuju AS Berlakukan Tarif 30 Persen untuk Uni Eropa

Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan tidak setuju terhadap keputusan Amerika Serikat memberlakukan tarif 30 persen untuk produk ekspor Uni Eropa. Ia menyerukan percepatan penyusunan langkah balasan yang kredibel, Minggu (13/7/2025).
“Bersama Presiden Komisi Eropa, Prancis menyuarakan penolakan keras atas pengumuman tarif horizontal sebesar 30 persen untuk ekspor Uni Eropa ke Amerika Serikat mulai 1 Agustus,” tulis Macron melalui akun X.
Advertisement
Ia menegaskan kembali pentingnya Komisi Eropa untuk menunjukkan “ketegasan” dalam menjaga kepentingan Eropa secara konsisten dan tegas.
BACA JUGA: SMP Maarif Yani Kulonprogo Terpaksa Tutup, PCNU Upayakan Nasib 2 Tendik dan 1 Guru
“Hal ini berarti mempercepat penyusunan langkah-langkah balasan yang kredibel, dengan memanfaatkan seluruh instrumen yang dimiliki, termasuk mekanisme anti-koersi (anti paksaan), apabila tidak ada kesepakatan yang dicapai sebelum 1 Agustus,” katanya.
Ia juga menyampaikan dukungan penuh Prancis terhadap jalannya negosiasi yang akan “diintensifkan” guna mencapai kesepakatan bersama sebelum tenggat waktu tersebut.
Kesepakatan itu diharapkan mencerminkan rasa saling menghormati yang semestinya dimiliki antara mitra dagang seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat, yang saling berbagi kepentingan serta rantai nilai yang terintegrasi.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan memberlakukan tarif 30 persen terhadap barang-barang dari Uni Eropa dan Meksiko mulai 1 Agustus.
Kebijakan tersebut membahayakan perundingan dagang AS-Uni Eropa, yang semula ditargetkan rampung bulan ini.
Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump membagikan surat kepada Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, yang berisi pengumuman tarif baru tersebut.
Menanggapi hal itu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan kesiapan untuk bekerja menuju kesepakatan dengan AS sebelum 1 Agustus, serta berjanji akan mengambil semua langkah yang diperlukan guna melindungi kepentingan Uni Eropa, termasuk opsi balasan yang sepadan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Polisi Tangkap 9 Penjarah di Rumah Uya Kuya
- Prabowo: Aspirasi Damai Dihormati, Tindakan Anarki Akan Ditindak Tegas
- Presiden Prabowo Ingatkan Adanya Gejala Makar
- Kesaksian Warga Saat Melihat Rumah Menkeu Sri Mulyani Dijarah Massa
- Massa Jarah Sejumlah Barang Saat Gedung Negara Grahadi Surabaya Terbakar
Advertisement

Jadwal KA Prameks Hari Ini, 1 September 2025, dari Stasiun Kutoarjo Purworejo
Advertisement

Kebun Bunga Lor JEC Jadi Destinasi Wisata Baru di Banguntapan Bantul
Advertisement
Berita Populer
- Massa Jarah Sejumlah Barang Saat Gedung Negara Grahadi Surabaya Terbakar
- Foto-foto Aksi Penjarahan Massa di Rumah Anggota DPR RI Eko Patrio
- Sepeda Motor Satpam DPRD Dibakar Saat Massa Menggelar Aksi di Cirebon
- Giliran Rumah Diduga Milik Menkeu Sri Mulyani Dijarah Massa
- Demo Anarkistis, Prabowo Perintahkan Kapolri dan Panglima TNI Ambil Langkah Tegas
- Kesaksian Warga Saat Melihat Rumah Menkeu Sri Mulyani Dijarah Massa
- Kapolri: Haram Hukumnya Massa Terobos Markas Polisi, Bakal Ditindak Tegas
Advertisement
Advertisement