Dugaan Riset AI Palsu Akademisi Gegerkan Publik, Demi Travel Grant
MGBKI meminta audit menyeluruh terkait dugaan riset AI palsu demi travel grant konferensi internasional.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SURABAYA—Tim Penyidik di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kepolisian Resor Tulungagung mendalami motif kasus dugaan pencabulan oleh seorang guru ngaji terhadap sejumlah santrinya di salah satu Ponpes di Tulungagung, Jawa Timur.
Kapolres Tulungagung, AKBP Mohammad Taat Resdi mengatakan pemeriksaan terhadap tersangka AIA (26) yang berstatus pembina kamar asal Sumatera Selatan, terus diintensifkan. Ada kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam dalam kasus ini.
BACA JUGA: Guru Ngaji di Pondok Pesantren Tulungagung Ditangkap Polisi, Diduga Cabul kepada Santri
"Terlapor ini sebelumnya mengakui telah melakukan pencabulan terhadap 12 santri laki-laki berusia 8 hingga 14 tahun," katanya, Sabtu (19/4/2025).
Kapolres menyampaikan bahwa proses penyidikan masih berlangsung secara paralel. Tujuh dari 12 korban telah diperiksa secara mendalam, sedangkan lima lainnya dijadwalkan menyusul. Kepolisian juga membuka kemungkinan bahwa jumlah korban bisa bertambah seiring proses pendalaman.
"Penanganan kasus ini terus kami intensifkan. Tidak hanya pada korban yang telah disebutkan, tapi juga kemungkinan adanya korban tambahan serta apakah pelaku bergerak sendiri atau ada unsur pembiaran dari lingkungan sekitar," ujar Kapolres Taat.
Penyidik juga tengah menelusuri pola pendekatan yang digunakan pelaku dalam membungkam korban.
Berdasarkan kesaksian awal, pelaku tidak hanya memanfaatkan posisinya sebagai pembina kamar, namun juga melakukan tekanan psikologis dan ancaman agar para santri tidak melawan atau melapor
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
MGBKI meminta audit menyeluruh terkait dugaan riset AI palsu demi travel grant konferensi internasional.
Empat WNA China jadi tersangka PETI di hutan Nabire setelah operasi Satgas PKH Halilintar temukan tambang emas ilegal.
DPP Gunungkidul memastikan temuan cacing hati pada hewan kurban Iduladha 2026 sangat minim dan daging memenuhi standar ASUH.
Donald Trump mengancam Oman terkait Selat Hormuz. CNN menyebut 15 negara pernah jadi target ancaman atau serangan AS.
Kerbau kurban di Kudus mengamuk hingga melukai warga. Polisi terpaksa melumpuhkan dua ekor demi keselamatan masyarakat.
MGPA dan Bea Cukai Soekarno-Hatta perkuat koordinasi logistik MotoGP Mandalika untuk dukung kelancaran event internasional di NTB.