Advertisement

Korban Meninggal Dunia Gempa Myanmar Capai 2.000 Orang

Newswire
Selasa, 01 April 2025 - 11:37 WIB
Sugeng Pranyoto
Korban Meninggal Dunia Gempa Myanmar Capai 2.000 Orang Seismograf gempa bumi - Ilustrasi - StockCake

Advertisement

Harianjogja.com, BANGKOK—Korban meninggal dunia akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Myanmar sudah mencapai 2.000 orang hingga Selasa (1/4/2025). Wakil Gubernur Bangkok, Tavida Kamolvej, mengatakan tim penyelamat berupaya mencari cara untuk mengakses area adanya tanda-tanda kehidupan, 3 hari setelah gempa bumi pada Jumat (28/3/2025).

Ia mengatakan mesin pemindai dan anjing pelacak telah dikerahkan, di tempat adanya tanda-tanda kehidupan terdeteksi di bawah reruntuhan gedung pencakar langit di Bangkok.

Advertisement

Adapun dia menegaskan bahwa peluang untuk bertahan hidup akan berkurang setelah 72 jam terjebak di bawah reruntuhan. "Kita harus mempercepat. Kita tidak akan berhenti bahkan setelah 72 jam," katanya dilansir Reuters dan dikutip Bisnis.com, pada Selasa..

Sementara itu, Xinhua melaporkan tim penyelamat berhasil menyelamatkan 4 orang, termasuk seorang wanita hamil dan seorang gadis dari bangunan yang runtuh di Kota Mandalay, Myanmar tengah, dekat dengan episentrum gempa.

BACA JUGA : Kebijakan WFA Buat Pergerakan Penumpang Kereta Lebih Merata

Rekaman drone di Kota Mandalay menunjukkan sebuah bangunan besar bertingkat kini tertimbun lapisan beton, tetapi beberapa kuil berlapis emas masih berdiri. Adapun, situasi di Myanmar semakin parah dengan terjadinya perang saudara, di mana junta militer merebut kekuasaan melalui kudeta pada 2021.

Perwakilan tetap Komite Palang Merah Internasional di Myanmar, Arnaud de Baecque, mengatakan kondisi tersebut telah mempersulit upaya untuk menjangkau korban yang terluka dan kehilangan tempat tinggal akibat gempa bumi terbesar di negara Asia Tenggara itu dalam satu abad. "Akses ke semua korban menjadi masalah mengingat situasi konflik di Myanmar. Ada banyak masalah keamanan untuk mengakses beberapa area di garis depan khususnya," ujarnya.

Seorang korban selamat di Mandalay mengatakan bahwa setelah petugas penyelamat menariknya keluar dari reruntuhan restorannya, dia menyewa buldoser dengan uangnya sendiri untuk mencoba menemukan jasad salah satu pekerjanya dan berupaya membuat bangunan itu menjadi aman. Sementara itu, satu kelompok pemberontak mengatakan bahwa militer yang berkuasa, Junta Militer Myanmar masih melakukan serangan udara terhadap desa-desa setelah terjadinya gempa bumi tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : bisnis com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Advertisement

alt

Arus Balik dari Terminal Gunungkidul Diperkirakan Turun 25 Persen, Ini Penyebabnya

Gunungkidul
| Sabtu, 05 April 2025, 09:57 WIB

Advertisement

alt

Warung Makan Jagoan Mahasiswa UII Jogja

Wisata
| Jum'at, 04 April 2025, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement