Advertisement
Menko Zulhas Minta Bulog Serap 800 Ribu Ton Beras hingga Akhir Maret 2025
Foto Ilustrasi sejumlah pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Senin (19/2/2024). - Antara - Erlangga Bregas Prakoso
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan atau Zulhas menargetkan Perum Bulog bisa menyerap 750 ribu ton hingga 800 ribu ton setara beras hingga akhir Maret 2025.
Penyerapan beras dan gabah dari petani akan tetap berjalan, meski memasuki periode libur Lebaran 2025. "Mudah-mudahan sampai akhir Maret Bulog bisa menyerap 750 ribu hingga 800 ribu ton, sehingga di April, puncak panen bisa menyerap lebih banyak lagi," ujar Zulhas di Jakarta, Senin (24/3/2025).
Advertisement
Ia menyampaikan dalam penyerapan gabah dan beras dari petani, Bulog membeli dengan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram tanpa syarat kadar air ataupun kadar hampa.
Zulhas juga meminta petani untuk menjaga kualitas gabah dengan baik, salah satu caranya adalah dengan memanen sesuai dengan waktunya. "Kalau memang belum waktunya panen, jangan dipanen. Tunggu saja nanti, kalau sudah waktunya panen, ya silakan," kata Zulhas.
Sebelumnya diberitakan Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Marga Taufiq mengaku telah melakukan penyerapan sebesar 400 ribu ton lebih gabah setara beras hingga Maret 2025, untuk memastikan cadangan beras pemerintah (CBP).
"Kami sudah mendata kemarin, kita sudah melewati 400 ribu ton [penyerapan gabah petani setara beras] di seluruh Indonesia," kata Marga ditemui di sela menghadiri panen raya di Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (21/3).
Ia mengklaim Bulog rutin melakukan jumput bola dengan turun langsung ke lapangan dalam melakukan pembelian gabah petani. Marga menekankan pentingnya keterlibatan langsung dengan petani untuk mengatasi berbagai kendala yang mereka hadapi demi kesejahteraan petani dan merasakan manfaat dari kebijakan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah Rp6.500 per kilogram saat ini.
Bulog berusaha hadir di tengah-tengah petani untuk memastikan penyerapan gabah berjalan lancar dan petani dapat menikmati hasil yang seharusnya mereka terima, sehingga penyerapan optimal dan memberikan manfaat ke petani.
Lebih lanjut, Marga menyebutkan bahwa penyerapan gabah petani saat ini mengalami peningkatan bila dibandingkan penyerapan pada musim panen sebelumnya. Saat ini bisa mencapai 26 ribu ton per hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Guru Besar UGM Ungkap Mikroalga Bisa Jadi Energi Masa Depan
Advertisement
Advertisement






