Advertisement
Polisi Tembak Polisi di Solok Selatan, Ini Motifnya
Ilustrasi kecelakaan / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kasus polisi tembak polisi hingga tewas terjadi di wilayah hukum Polres Solok Selatan, Polda Sumatra Barat.
Kasus ini dilakukan Kabag Ops Polres Solok Selatan AKP Dadang Iskandar menembak AKP Ryanto Ulil di Solok Selatan.
Advertisement
Direktur Reskrimum Polda Sumbar Kombes Andry Kurniawan mengatakan motif Dadang melakukan penembakan itu lantaran rasa tidak senang kepada almarhum AKP Ryanto Ulil.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka terkait motif yang bersangkutan melakukan adalah rasa tidak senang," ujar Andry di Instagram @Humaspoldasumbar, dikutip Minggu (24/11/2024).
Dia menambahkan rasa tidak senang itu dipicu oleh tindakan penegakan hukum yang dilakukan oleh korban selaku Kasatreskrim Polres Solok Selatan terhadap rekanan Dadang.
"Dimana rekanan pelaku ini dilakukan penegakan hukum oleh korban di Polres Solok Selatan, sehingga yang bersangkutan mencoba meminta tolong kemudian tidak ada respon. Selanjutnya yang bersangkutan melakukan penembakan [terhadap AKP Ryanto Ulil]," katanya.
BACA JUGA: Pilkada Kulonprogo, 8 TPS Rentan Intimidasi, 61 Terkendala Internet
Andry juga menekankan saat ini pihaknya terus akan mendalami soal kasus dibalik Polisi tembak Polisi di Polres jajaran Polda Sumatra Barat tersebut.
Termasuk, soal peran Dadang yang diduga menjadi beking pada pekerjaan galian tambang jenis sirtu atau C.
"Ya, ini akan kami dalami kembali terkait perannya dalam tambang akan kita dalami. Jadi sementara keterangan dari tersangka kami dapatkan. Tentu kami penyidik akan mendalami," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Di Jalur Ekstrem Patuk Gunungkidul Relawan Bergerak Tanpa Komando
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Warga Mantrijeron Titip Motor Saat Mudik Malah Dicuri Tetangga Sendiri
- Pajak Ekspor Batu Bara Belum Berlaku, Pemerintah Masih Hitung Dampak
- Lonjakan Penumpang KRL Jogja Tembus Ratusan Ribu Saat Lebaran
- Bangun Tidur Langsung Minum Air, Ini Efeknya untuk Tubuh
- Puskesmas Tak Mampu, Damkar Lepas Cincin Bocah di Kulonprogo
- Cegah Gagal Panen, Bantul Perkuat Irigasi dengan 5.000 Pompa
- Mulai Besok! PP Tunas Batasi Akses YouTube untuk Anak < 16 Tahun
Advertisement
Advertisement






