Advertisement
Lebanon dan Hizbullah Sepakati Usulan AS untuk Gencatan Senjata dengan Israel
Setidaknya 55 orang tewas dan 156 lainnya terluka akibat serangan udara Israel di banyak kota dan desa Lebanon pada Selasa (1/10/2024), menurut pusat darurat Kementerian Kesehatan Lebanon. (ANTARA - Anadolu / py)
Advertisement
Harianjogja.com JAKARTA - Lebanon dan Hizbullah telah menyetujui usulan Amerika Serikat untuk melakukan gencatan senjata dengan Israel dengan beberapa komentar mengenai isinya, menggambarkan hal tersebut sebagai upaya paling serius untuk mengakhiri pertempuran.
Ali Hassan Khalil, asisten Ketua Parlemen Nabih Berri, mengatakan Lebanon telah menyampaikan tanggapan tertulisnya kepada duta besar AS di Lebanon pada Senin (18/11/2024) waktu setempat. Sementara itu, utusan Gedung Putih, Amos Hochstein, sedang melakukan perjalanan ke Beirut untuk melanjutkan pembicaraan.
Advertisement
Hizbullah, sebuah gerakan bersenjata lengkap yang didukung oleh Iran, mendukung sekutu lamanya, Berri, untuk bernegosiasi mengenai gencatan senjata.
“Lebanon menyampaikan komentarnya di surat kabar tersebut dalam suasana yang positif. Semua komentar yang kami sampaikan menegaskan kepatuhan yang tepat terhadap Resolusi 1701 (PBB) dengan segala ketentuannya,” ujar Khalil dikutip dari Reuters, Selasa (19/11/2024).
BACA JUGA: Serangan Israel Membabi Buta di Lebanon dalam 24 Jam, 56 Orang Tewas dan 156 Terluka
Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 adalah sebuah resolusi yang mengakhiri perang sebelumnya antara Hizbullah dan Israel pada 2006. Ketentuannya mengharuskan Hizbullah tidak memiliki kehadiran bersenjata di wilayah antara perbatasan Lebanon-Israel dan Sungai Litani, yang mengalir sekitar 30 km (20 mil) utara perbatasan.
Khalil mengatakan keberhasilan inisiatif ini sekarang bergantung pada Israel, dan mengatakan jika Israel tidak menginginkan solusi, “hal ini bisa menimbulkan 100 masalah”.
Adapun, hingga saat ini belum ada komentar langsung dari Israel terkait persetujuan gencatan senjata tersebut.
Israel telah lama mengklaim bahwa Resolusi 1701 tidak pernah diterapkan dengan benar, merujuk pada keberadaan pejuang Hizbullah dan senjata di sepanjang perbatasan. Lebanon menuduh Israel melakukan pelanggaran termasuk menerbangkan pesawat tempur di wilayah udaranya.
Khalil mengatakan Israel sedang mencoba untuk bernegosiasi di bawah tekanan, merujuk pada peningkatan pemboman di Beirut dan pinggiran selatan yang dikuasai Hizbullah.
“Ini tidak akan mempengaruhi posisi kami,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
Advertisement
Tambang Ilegal di Gunungkidul Disetop, Spanduk Larangan Terpasang
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Potongan Jenazah Ditemukan di Kapal Thailand yang Diserang Rudal
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Jelang Menstruasi Pikiran Bisa Kabur Ini Penjelasan Ilmiahnya
- Dua Prajurit Masih Dirawat, KSAD Ungkap Situasi Terkini Lebanon
- Suhu Kawah Melonjak Radius Aman Gunung Slamet Diperluas
- Arus Tol MKTT Melonjak Tajam Akses Bandara Jadi Paling Padat
Advertisement
Advertisement








